Dua tahun setelah bencana Gunung Ruang: Rumah Ada, Bantuan Menghilang

Artikel ini tayang di Teras.id Klik tombol di bawah untuk membaca artikel lengkap. Artikel ini memerlukan akses VIP di Teras.id.
๐Ÿ‘‘ Baca Artikel Lengkap

Ringkasan

ZONAUTARA.com – Dentuman keras dari Gunung Ruang pada April 2024 masih membekas di ingatan warga Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Dalam hitungan jam, ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka ketika kolom abu tebal membumbung tinggi ke langit dan material vulkanik dimuntahkan dari perut gunung.

Dua tahun berlalu, gunung itu kini kembali tenang. Namun cerita tentang malam evakuasi, kehidupan di pengungsian, hingga relokasi ke tempat baru masih menyisakan banyak pertanyaan bagi para penyintas.

Pada April 2024, dentuman erupsi Gunung Ruang terdengar hingga pulau-pulau di sekitarnya. Kolom abu membumbung tinggi, sementara material vulkanik terlontar dari kawah aktif. Warga dua kampung di Pulau Ruang Desa Pumpente dan Desa Laingpatehi harus meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat.

Evakuasi pertama dilakukan pada 16 April 2024 menggunakan kapal feri milik pemerintah daerah. Warga dibawa menuju Pulau Tagulandang hingga ke Bitung untuk menghindari ancaman bahaya. Secara keseluruhan, sebanyak 282 kepala keluarga atau 845 jiwa harus meninggalkan Pulau Ruang.

Untuk menampung para pengungsi, pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi di Tagulandang, antara lain di bangunan Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, serta Balai Pertemuan Umum Kecamatan Tagulandang.




Situasi semakin mencekam setelah letusan lanjutan pada 17 April 2024 yang bahkan memicu hujan batu hingga ke Pulau Tagulandang. Pemerintah kemudian memperluas evakuasi bagi ribuan warga yang berada dalam radius hingga 7 kilometer dari kawah gunung.

Hingga letusan berikutnya pada 30 April 2024, warga dua desa di Pulau Ruang masih bertahan di sejumlah posko pengungsian, termasuk di Kampung Apengsala, Tagulandang. Beberapa gereja bahkan difungsikan sebagai tempat tinggal sementara.

Tidak ada sekat antar keluarga. Anak-anak hingga orang tua hidup berdampingan dengan alas tidur tipis bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Baca artikel lengkap Dua tahun setelah bencana Gunung Ruang: Rumah Ada, Bantuan Menghilang di Teras.id

๐Ÿ‘‘ Baca di Teras.id โ†’

https://www.teras.id/zonautara-com/rubrik/berita-daerah/dua-tahun-setelah-bencana-gunung-ruang-rumah-ada-bantuan-menghilang-2123739

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com