Connect with us

Wisata dan Perjalanan

6 Lokasi Syuting Variety Show Korea di Indonesia, Mahoro Salah Satunya

Siapa sangka eksotika Sulawesi Utara juga membuai para artis K-Pop untuk berkunjung ke sini. Baru Januari 2017 lalu lebih dari 14 artis Law of the Jungle syuting dan berlibur ke sini.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Keragaman destinasi wisata di Indonesia ternyata mampu menarik beberapa variety show korea ternama untuk melakukan syuting di Indonesia.

Pemilihan sebagai lokasi syuting acara yang banyak digemari di Korea itu, sangat membantu mendongkrak destinasi wisata Indonesia.

Selain karena alamnya yang luar biasa, variety show ini syuting di Indonesia karena merupakan salah satu negara dengan fans K-Pop terbesar. Salah satu variety show Korea yakni Running Man kerap meminta rekomendasi para penontonnya untuk menentukan lokasi syutingnya.

Berikut beberapa destinasi wisata Indonesia yang pernah digunakan sebagai lokasi syuting variety show Korea, sebagaimana yang dihimpun oleh KompasTravel.

1. Gili Air-Sukarara-Pantai Malimbu, Lombok

Lombok tak lepas dari lirikan bintang K-Pop. Dalam variety show We Got Married, pasangan Eunjung ‘T-Ara’ dan Lee Jang Woo datang ke Lombok pada salah satu episode tahun 2012.

Ragam destinasi yang dikunjungi mereka bersama puluhan krunya ialah Pantai Malimbu, Gili Air, Sukarara, dan Bukit Napah. Selain itu, mereka juga melaksanakan adegan pernikahan dengan adat Lombok.

2. Bali

Pantai yang romantis dan budaya yang eksotis membuat beberapa pasangan seperti Gain dan Jo Kwon, Hong Jong Hyun dan Yura dari We Got Married melakukan syuting hingga bulan madu di Bali.

Pada November 2016, beberapa pemain Idol Party syuting dan berlibur di berbagai pantai di sini.

3. Pulau Mahoro dan Manumpitaeng, Sulut

Siapa sangka eksotika Sulawesi Utara juga membuai para artis K-Pop untuk berkunjung ke sini. Baru Januari 2017 lalu lebih dari 14 artis Law of the Jungle syuting dan berlibur ke sini.

Selama di Manado, mereka mengunjungi Pulau Mahoro dan Manumpitaeng. Mereka pun ditantang untuk bisa bertahan hidup di kedua pulau ini.

4. Sumba

Tahun 2016, Sumba juga menjadi salah satu destinasi tempat shooting Suspicious Vacation. Variety show yang menyuguhkan cara unik berlibur ini memboyong artis Jo Youn Woo dan Lee Seong Joon.

Di Sumba, mereka melihat langsung prosesi pemakaman dengan dolmen dan bahkan ikut menyumbang untuk pemakaman seseorang. Mereka juga menginap di homestay milik warga.

5. Yogyakarta

Tahun 2013, Yogyakarta menjadi tempat yang dikelilingi tujuh seleb variety show Barefoot Friends. Mereka mengunjungi banyak tempat wisata di Yogya antara lain Malioboro, Pasar Buah Giwangan, Pulau Timang, Gunungkidul, Candi Prambanan, Pasar Burung Dogelan, dan Jalan Parangtritis.

Setelah itu, tahun ini giliran Running Man yang akan menjajakkan kaki di Kota Gudeg. Lee Kwang So dan Jeon So Min terpilih untuk mengunjungi kereta gantung kayu manual yang berada di Pantai Timang, Gunungkidul, Yogyakarta.

6. Taman Safari, Bogor

Sebelum ke Yogyakarta, beberapa pemeran Running Man juga pernah menyambangi Taman Safari Bogor di Jawa Barat pada 2014.

Selain menikmati alam Taman Safari yang berada di ketinggian Bogor, mereka juga bermain dengan binatang buas dalam acaranya. Tantangannya seperti memeluk ular, menyisir rambut singa, berfoto dengan harimau, dan membuka tali di ekor buaya.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Kompas.com

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Wisata dan Perjalanan

Catatan perjalanan Labuan Bajo (5): Bertemu Boe yang baik hati

“Panggil saja saya Boe,” ujar Budi. Dan sejak itu saya sering sekali salah menyebut namanya dengan “beo”.

Bagikan !

Published

on

Pemandangan dari lantai 5 Hotel De Chocolate Labuan Bajo. (Foto: Zonautara.com/Ronny Buol)

LABUAN BAJO, ZONAUTARA.com –  Saya tak menunggu semua kendaraan turun dari kapal feri Cakalang II. Tak sabar menjajal Labuan Bajo, saya berkelit di antara truk-truk yang antri keluar ke dermaga.

Pelabuhan Labuan Bajo sungguh riuh. Nampak hidup dan berdenyut. Begitu turun, pemandangan turis asing berseliweran di mana-mana. Ini salah satu destinasi idaman di Indonesia.

Lewat Google Map, saya tahu hotel De Chocolate letaknya tak jauh dari bandar, hanya sekitar 300 meter. Saya memilih jalan kaki dan mengabaikan tawaran tukang ojek. Berolahragalah, meski tas cariel di punggung lumayan berat.

Keluar dari komplek dermaga feri, jalan Ir. Soekarno Hatta ditemui. Ini jalan utama di tepi pantai Labuan Bajo. Jalur kendaraan di sini hanya satu arah. Terasa sempit karena sebagian badan jalan dipakai untuk parkir kendaraan.

Sebagaimana daerah wisata, kiri kanan jalan berderet penginapan, hostel, hotel dan agen-agen tour. Di  dinding depan berkaca, tulisan besar-besar tawaran paket wisata terpampang. Saya mengamati beberapa diantaranya.

Tak butuh lama, hanya sekitar 10 menit saya sudah tiba di hotel. Bangunannya kecil mirip ruko, berlantai empat. Petugas front officenya ramah. Saya diberi kamar di lantai dua. Lantai empatnya berupa lounge yang menghadap laut. Usai meletakkan tas di kamar, saya langsung naik ke lantai empat. Menunggu sunset di situ dan menikmatinya.

Panggil saya Boe

Sewaktu di Sape, sahabat saya Jessica, staff di Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya mengirimkan pesan WhatsApp. Jessica mengikut status yang saya taruh di WhatsApp. Dia memberi nomor kontak seseorang di Labuan Bajo. Budi namanya.

Usai menyaksikan sunset, saya ingin makan malam sekaligus bertemu Budi. Kami lalu bertemu sambil makan malam di penjual makanan di tepi jalan. Di jalan Ir Soekarno Hatta ini, jika malam ada beberapa penjual makanan membuka lapaknya. Menunya macam-macam, tapi terutama masakan yang berminyak seperti saus ikan, terung saus, kari, tumis kacang pancang, telur goreng dan sebagainya.

“Panggil saja saya Boe,” ujar Budi. Dan sejak itu saya sering sekali salah menyebut namanya dengan “beo”. Tapi Budi, eh Boe tidak protes. Dia terlihat baik-baik saja. Mungkin orang-orang juga sering salah memanggil namanya begitu.

Boe orang Flores. Dia pernah mengikuti program dari Konjen AS di Surabaya. Saya lupa nama programnya, mungkin serupa pertukaran pemuda antar negara. Boe kini menjadi guide wisata di Labuan Bajo. Malam itu dia menerangkan banyak hal soal Labuan Bajo.

Boe mengingatkan agar saya tidak melewatkan Pulau Padar, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pantai Pink dan Manta Point. Untuk ke sana saya harus menggunakan perahu atau kapal. Nusa Tenggara Barat punya ratusan pulau, dan sebagian besar pulau-pulau eksotis itu ada di Manggarai Barat atau diakses dari Labuan Bajo.

Tersedia paket-paket wisata untuk berkunjung ke pulau-pulau itu. Meski bisa juga bepergian sendirian dengan menyewa perahu atau speed boat, tetapi bagi pejalan dengan bujet terbatas, mengambil paket wisata adalah bijak.

Boe menawarkan paket wisata 2D1N (dua hari satu malam). Ini paket menginap di atas kapal. Tetapi karena saya tidak bisa snorkling dan menyelam, saya hanya mengambil paket One Day Trip. Lagipula masa berkunjung saya tak lama di Labuan Bajo.

Suasana lorong hotel De Chocolate di Labuan Bajo. (Foto: Zonautara.com/Ronny Buol)

Boe memberi saya harga discount, tapi saya membayar full Rp 500 ribu untuk mengunjungi Pulau Padar, Pantai Pink, Pulau Komodo dan Manta Point. Harga ini sudah termasuk makan siang, kapal dan guide. Tidak termasuk tiket masuk ke Taman Nasional Komodo.

Setelah sepakat dan membayar, saya pamit untuk istirahat. Besok, juga atas saran Boe, saya akan pergi ke Gua Batu Cermin dan Bukit Amelia. Trip ke pulau-pulau nanti dua hari kemudian.

Bersambung . . .

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com