Orang Sulut Paling Bahagia Ketiga se-Indonesia

Penulis: Ronny Adolof Buol

ZONAUTARA.com — Berbahagialah kita yang tinggal di Sulawesi Utara. Sebab menurut Indeks Kebahagaian 2017 yang baru saja dirilis oleh Badan Pusat Statsitik (BPS), ternyata Sulut merupakan provinsi ketiga paling bahagia.

Provinsi Maluku Utara merupakan provinsi paling bahagia dengan angka 75,68 pada skala 0-100. Urutan kedua ditempati Maluku dengan angka 73,77, sementara Sulut meraih angka 73,69.

Secara keseluruhan Indeks Kebahagiaan Indonesia berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) tahun 2017, berada pada angka 70,69.

“Kita cukup bahagia,” kata Ketua BPS Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, awal pekan ini.

Metode pengukuran indeks kebahagiaan 2017 mengalami perubahan dibandingkan survei terakhir pada 2014.

Pada 2014 indeks kebahagiaan hidup hanya mengukur dengan menggunakan dimensi kepuasan hidup. Sementara pada 2017 bertambah dengan dimensi perasaan dan makna hidup.

“Indeks dimensi kepuasan hidup 71,07, indeks dimensi perasaan 68,59 dan indeks makna hidup 72,23. Seluruh indeks dimensi diukur pada skala 0-100,” jelas Suhariyanto.

Bila dibandingkan dengan indeks 2014 dan menggunakan metode yang sama, maka indeks 2017 sebesar 69,51 atau mengalami peningkatan 1,23 poin dibandingkan indeks kebahagiaan 2014 sebesar 68,28.

Berdasarkan indikator indeks kebahagiaan, penduduk Indonesia paling tidak puas dengan tingkat pendidikan dan keterampilannya dengan angka 59,90.

“Perlu ada polesan, harus ditingkatkan,” kata Suhariyanto.

Sementara indikator paling tinggi pada keharmonisan keluarga dengan angka 80,05, selanjutnya pada keadaan lingkungan sebesar 76,09.

BPS juga membuat perbandingan indeks kebahagiaan berdasarkan klasifikasi wilayah, jenis kelamin, status perkawinan dan kelompok umur.

Dari data tersebut terungkap bahwa orang yang belum menikah (single) ternyata memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi dari status perkawinan lainnya.

Berdasarkan hasil survei, penduduk yang belum menikah atau lajang lebih tinggi memiliki indeks 71,53. Sementara penduduk dengan status menikah memiliki indeks kebahagian 71,09, penduduk dengan status cerai hidup (67,83) dan penduduk dengan status cerai mati (68,37).

“Orang yang belum menikah itu lebih bahagia. Yang paling tidak bahagia itu cerai hidup,” kata Suhariyanto.

Dari kategori jenis kelamin, hasil survei menunjukkan laki-laki lebih bahagia dengan indeks kebahagian hingga 71,12 dibandingkan perempuan dengan indeks 70,30.

“Hasil ini tidak berubah sejak survei 2012,” kata Suhariyanto.

Adapun berdasarkan wilayah, masyarakat kota memiliki indeks kebahagiaan 71,64 atau lebih tinggi dari masyarakat desa dengan indeks kebahagiaan 69,57.

Provinsi dengan indeks kebahagiaan paling rendah adalah Papua (67,52), Sumatera Utara (68,41) dan Nusa Tenggara Timur (68,98).

Diolah dari BPS dan katadata.co.id



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com