Connect with us

Serba Serbi

Jaury Kini Nyaman Jadi Driver Gocar

Published

on

Jaury Andires Laoh sedang mengantar penumpang Go-car.(Foto: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

MANADO, ZONAUTARA.com – Suara Jaury Andires Laoh ramah menyambut penumpang Go-car setelah memesan melalui layanan aplikasi Go-jek. Setelah menanyakan kembali tujuan tepat, ia berlalu dengan mobil Toyota Avansa bernomor polisi DB 1167 AV.

Jaury baru sekitar enam bulan bekerja penuh waktu sebagai driver taksi online. Sekalipun enggan mengatakan detil, penghasilannya sebagai driver tersebut sangat memuaskan. Dari pagi sekitar pukul 07.00 Wita, ia telah standby dengan gadget di tangannya, menanti order penumpang masuk.

“Pokoknya penghasilannya cukup untuk kehidupan saya. Profesi ini sudah menjadi pekerjaan penuh waktu. Bukan sampingan. Untuk memenuhi target 25 poin, saya sudah harus keluar dari pagi. Sekitar pukul 20.00 Wita poin sudah tercapai,” ujar Jaury, Rabu (7/3/2018).

Pekerjaan yang dilakoninya itu bukan tanpa tantangan. Sebelum beralih ke Go-car, Jaury telah menekuni profesi sebagai driver Go-ride sejak tahun 2016. Awalnya, waktu masih Go-ride, tantangan dari kalangan ojek konvensional sangat besar.

“Bahkan saya sendiri yang merupakan warga Kelurahan Paal Dua sempat mendapat penolakan dari beberapa orang yang mangkal di Pangkalan Ojek Pasar Segar. Tiap hari saya menawarkan mereka yang masih beroperasi sebagai ojek konvensional untuk beralih ke ojek online. Namun mereka tetap menolak,” katanya.

Untung saja, imbuh Jaury, setelah penolakan terhadap keberadaan ojek online marak hingga di antaranya berakhir dengan kekerasan, kini mulai banyak orang yang lebih nyaman menggunakan kendaraan yang berbasis aplikasi tersebut. Apalagi di Kota Manado tidak hanya Gojek saja yang beroperasi, namun juga sudah ada Grab.

“Kini sudah banyak yang beralih dari ojek konvensional ke ojek online. Malah beberapa di antaranya ada yang jadi driver Go-car,” ujarnya lagi.

Soal kemungkinan target point dari Go-car bakal naik, Jaury tak cemas. Ia hanya ingin bekerja penuh waktu sesuai ketentuan Gojek yang diberikan. Yang pasti, profesi yang kini saat nyaman digelutuinya setiap hari.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Serba Serbi

Babi aneh bermata satu berwajah mirip badak, di peternakan di Kalasey

Induk dan pejantan serta 12 ekor anak babi lainnya normal.

Published

on

Anak babi berwajah mirip badak dan bermata satu. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Seekor anak babi terlahir aneh. Wajahnya mirip dengan wajah badak. Lebih aneh lagi, mata anak babi ini hanya satu.

Menurut penjaga kandang Novli Rumondor (38), baru kali ini selama dia menjadi pekerja di peternakan babi menemui hal aneh seperti ini.

“Heran juga, baru kali ini bentuknya sangat aneh,” ujar Novli saat ditemui Sabtu (30/6/2019) malam, di kandang yang berada di desa Kalasey, kecamatan Mandolang, Minahasa.

Novli yang menjaga babi ternak milik Denny Robial, warga Tateli itu menerangkan, induk dan pejantan babi aneh itu dalam kondisi normal dan tidak ada yang cacat.

“Induknya melahirkan 13 ekor anak babi kemarin sore (Jumat, 29/6). Yang 12 ekor itu nornal semua, hanya satu ini yang aneh,” jelas Novli.

Karena terlihat lemah, Novli memindahkan anak babi itu di tempat terpisah. Dia khawatir, anak babi itu akan tersisih karena lemah.

“Jadi saya pindah di loyang ini, dan saya beri minum susu, disuap,” kata Novli.

Denny pemilik induk babi itu mengaku kaget saat mendengar kabar ada anak babi yang kondisinya tidak seperti anak babi lainnya.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Semoga saja anak babi itu bertahan hidup,” kata Denny.

Jika diperhatikan, wajah babi itu memang mirip badak. Mulutnya yang cacat seperti cula badak. Matanya terlihat menyatu di tengah, meski nampak pula kedua bola matanya.

Di lokasi babi aneh itu terdapat beberapa peternakan babi milik warga setempat. Novli sendiri dipercayakan merawat 20 ekor induk babi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com