Connect with us

Serba Serbi

AKR Land Development Segera Hadirkan Cluster Beryl

Published

on

Cluster Berryl didesain dengan konsep modern dan fasilitas lengkap. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.com – AKR Land Development selaku pengembang Grand Kawanua International City sedang bersiap meluncurkan cluster tahap kedua yaitu Cluster Beryl.

Peluncuran cluster baru ini segera dilaksanakan setelah sukses mencatatkan hasil prestasinya dalam penjualan cluster Amethyst yang terjual lebih dari 300 unit pada November 2017 lalu.

National Head of Marketing Communication PT AKR Land Development Ronald Siagian mengatakan, cluster Berryl didesain dengan konsep modern dan fasilitas lengkap.

“Ada hotel bintang lima, convention center, wedding chapel, golf, pusat belanja dan hiburan, dekat dengan Transmart Carrefour, Trans Studio Mini dan lain-lain,” ujar Siagian.

AKR memperkirakan, cluster ini bakal terjual lekas dan menjadi favorit para investor properti maupun pengguna.

Cluster Beryl memiliki dua tipe hunian yaitu tipe 45/90 dengan ukuran 6×15 dan tipe 60/120 dengan ukuran 8×15 serta kavling sudut 180 dengan ukuran 12×15 sebanyak 157 unit.

Keunggulan lain dari Cluster Beryl adalah lokasi premium dan eksklusif, bebas banjir dan longsor, jaringan triple play yaitu TV kabel, internet, dan telepon.

Lalu, jaringan listrik bawah tanah. akses mudah hanya berjarak 5 km atau sekitar 10 menit dari Bandara Sam Ratulangi dan 7 km dari pusat kota.

“Sejauh ini sudah 54 unit yang terjual dengan harga yang kami tawarkan Rp 500 jutaan,” ujarnya.

Untuk informasi lengkap bisa datang ke Marketing Gallery Grand Kawanua Citywalk kompleks – Ruko Golden  Kawanua A Nomor 7, Jalan AA Maramis, Kayuwatu/Kairagi II.(K-06)

 

Editor: Eva Aruperes

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Tengkorak Yaki berbahan fiber ini dijual murah

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Upaya menjaga kelestarian dan semangat mengangkat budaya lokal yang berjalan beriringan, memberikan inspirasi kreatif bagi Renaldo Kumendong. Tari Kabasaran yang makin digandrungi kalangan generasi muda tentu membuat permintaan aksesoris untuk melengkapi hiasan kostum jadi sangat dibutuhkan.

Aldo, demikian sapaan akrabnya, mengganggap aksesoris Kabasaran yang tertentu tak harus asli. Kalau semuanya harus asli, seperti tengkorak yaki (macaca nigra), justru bisa merusak kelestarian ekosistem.

“Kalau ada grup Kabasaran yang baru dibentuk, misalnya anggotanya ada 6 orang, berarti akan ada 6 yaki yang diburu. Semangat mengangkat budaya lokal Minahasa sudah baik, tapi tindakan memburu satwa yang dilindungi itu tidak terpuji. Itulah mengapa saya bereksperimen dengan membuat tengkorak yaki dari bahan fiber,” kata Aldo, yang juga pentolan Sanggar Vox Teater Club.

Harga satu tengkorak yaki dijualnya murah, yaitu hanya Rp 100.000. Untuk bahan, fiber cair dipesannya dari Surabaya karena di Manado belum dijual. Ia mencampurkan fiber cair dengan satu bahan lagi yang dirahasiakan untuk membuat hasil cetakan jadi sangat kuat.

Proses pembuatannya tidak lama. Malah, imbuhnya, kalau ada yang ingin memesan, bisa ditunggu karena hanya memakan waktu 10 menit pengerjaannya. Sebenarnya bukan hanya tengkorak yaki yang bisa dibuat. Aksesoris lain seperti taring juga bisa.

“Selain bisa untuk keperluan aksesoris Kabasaran, tengkorak fiber bisa juga menjadi bahan pajangan yang artistik. Bagi yang tertarik dan ingin memesannya bisa datang ke sekretariat Sanggar Vox Teater Club yang beralamat di SMK Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com