Connect with us

Zona Tomohon

5 ASN Terpidana Korupsi di Tomohon Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon resmi memberhentikan dengan tidak hormat lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat kasus korupsi. Hal tersebut pun berdasarkan perintah Undang-Undang (UU) dan bahkan telah mendapatkan dari sejumlah lembaga negara, salah satunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Pemberhentian dengan tidak hormat itu pun ditandai dengan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Wali Kota Tomohon.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tomohon Daniel Pontonuwu, Rabu (12/9/2018).

Pontonuwu mengatakan, pihaknya telah memproses SK pemberhentian dengan tidak hormat dari lima orang yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan telah memiliki kekuatan hukum tetap atau incrach.

“Jadi langkah konkrit yang kami lakukan terhadap para ASN yang terlibat kasus itu sudah diberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Pontonuwu.

Menurut dia, SK pemberhentian tersebut pun telah ditandatangani sejak beberapa waktu lalu oleh Wali Kota Jimmy Feidie Eman. Sehingga, kata dia, para terpidana korupsi kini tidak lagi menerima hak-hak sebagaimana yang diterima oleh para ASN.

Dia menjelaskan, ASN yang merupakan terpidana kasus korupsi di Kota Tomohon itu pun terdiri dari empat orang yang sudah selesai menjalani hukuman dan satu orang yang sementara menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Sebenarnya ada enam orang. Tapi yang satu sudah pensiun. Di mana, kami menerima keputusan incrach-nya di saat yang bersangkutan sudah pensiun. Jadi untuk yang satu ini kami serahkan kepada BKN untuk proses selanjutnya,” pungkasnya.

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

ZONA DAERAH

Lebaran Ketupat di ‘Kamja’ Tomohon dirayakan terbatas dan patuhi protap

Published

on

Pimpinan Daerah DMI Kota Tomohon Zamroni Khan di sela-sela perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Jawa Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Sepekan pasca-Hari Raya Idul Fitri, dirayakan oleh umat muslim sebagai Lebaran Ketupat.

Bagi umat muslim yang ada di Kelurahan Kampung Jawa (Kamja), Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Lebaran Ketupat merupakan salah satu kearifan lokal yang terus dilestarikan dan dilaksanakan dari tahun ke tahun.

Tak sedikit masyarakat dari dan luar Kota Tomohon yang ‘menyerbu’ daerah ini di saat perayaan Lebaran Ketupat.

Sayangnya, perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Jawa Tomohon Minggu (31/5/2020), tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya tamu hingga macetnya jalanan kini tidak akan didapati.

Pasalnya, perayaan Lebaran Ketupat kini harus dirayakan secara terbatas dan bahkan menggunakan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19.

Doa bersama di Masjid Nurul Iman yang biasanya dihadiri seluruh jamaah pun kini hanya dihadiri para tokoh agama dan tokoh masyarat bersama Ketua BTM Agussalim Saleh dan Lurah Aep Satriya Wibawa dan dipimpin langsung Imam Masjid Suharto Abusalam.

Sementara, umat muslim di Kampung Jawa hanya bisa merayakan Lebaran Ketupat dengan anggota keluarga.

Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tomohon Zamroni Khan mengatakan, kearifan lokal yang selama ini dirayakan tetap dilaksanakan dan dipertahankan.

“Namun, karena ini keadaan pandemi, tentu harus mengikuti imbauan pemerintah. Antara lain, cukup merayakan dengan keluarga inti, tidak mengundang saudara-saudara yang dari luar,” ujar Zamroni.

Menurut Zamroni, dalam perayaan Lebaran Ketupat, jamaah pun dilarang berkerumun, tetap pakai masker dan dilarang berpelukan atau bersalaman.

Dia berharap, kondisi saat ini bisa segera berlalu sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan bisa merayakan hari raya keagamaan secara bersama-sama tanpa adanya batasan seperti saat ini.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com