Connect with us

ZONA TERKINI

Ini Hasil Lengkap Grand Final Lomba Paduan Suara Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com Grand Final Lomba Paduan Suara dalam rangka Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado berlangsung meriah, di Amphitheater Catholik Youth Centre, Lotta, Pineleng, Selasa (11/9/2018).

Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan Kevikepan Manado, keluar sebagai juara pertama dalam lomba paduan suara yang diikuti oleh 18 paroki yang merupakan perwakilan dari sembilan Kevikepan di Keuskupan Manado.

Sementara, untuk juara kedua ditempati Paroki Santu Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan juara ketiga diraih Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon yang keduanya merupakan utusan dari Kevikepan Tomohon.

Para pemenang pun langsung menerima piala yang diserahkan langsung oleh Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Berikut ini hasil lengkap Grand Final Lomba Paduan Suara Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado :

1. Paroki Santa Maria Penolong BETELEME, nilai 70.48 (peringkat 17)
2. Paroki Santu Petrus NULION, nilai 77.14 (peringkat 16)
3. Paroki Bintang Kejora LUWUK, nilai 81,03 (peringkat 9)
4. Paroki Santa Maria SIAU, nilai 78.86 (peringkat 14)
5. Paroki Santa Familia MANGARAN, nilai 78,86 (peringkat 14)
6. Paroki Paroki Santu Antonius dengan Padua TATAARAN, nilai 80,94 (peringkat 10)
7. Paroki Santa Maria PALU, nilai 77,45 (peringkat 15)
8. Paroki Santu Fransiskus Xaverius GUAAN, nilai 82,95 (peringkat 4)
9. Paroki Rosa Delima TONDANO, nilai 80,05 (peringkat 12)
10. Paroki Kristus Raja KOTAMOBAGU, nilai 80,05 (peringkat 13)
11. Paroki Stella Maris BITUNG, nilai 80,32 (peringkat 11)
12. Paroki Hati Kudus Yesus TOMOHON, 83,16 (peringkat 3)
13. Paroki Maria Ratu Para Rasul MANEMBO-NEMBO, nilai 81,55 (peringkat 8)
14. Paroki Santu Fransiskus Xaverius KAKASKASEN, nilai 83,40 (peringkat 2)
15. Paroki Santu Petrus WAREMBUNGAN, nilai 82,76 (peringkat 6)
16. Paroki Fransiskus Xaverius PINELENG, nilai 82,50 (peringkat 7)
17. Paroki Raja Damai TIKALA, nilai 82,90 (peringkat 5)
18. Paroki Hati Kudus Yesus KAROMBASAN, nilai 84,03 (peringkat 1)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Pria ini ditangkap URC Totosik karena diduga aniaya dan sekap ibu kandungnya

Published

on

Pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comAksi tak terpuji diduga dilakukan RS alias Regen (36), warga Lingkungan IV, Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan.

Pria pengangguran ini tega menganiaya ibu kandungnya yang berusia 58 tahun secara berulang-ulang. Bahkan, hingga korban mengalami patah tulang tangan kanan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon yang mengetahui adanya peristiwa tersebut langsung mengamankan pelaku di Lingkungan VII, Kelurahan Lansot, Sabtu (29/2/2020).

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, pada 15 Februari 2020 sekitar pukul 11.00 WITA, korban hendak pulang mandi usai mengunjungi rumah orang tuanya.

Pelaku saat ditangkap URC Totosik. (Foto: Istimewa)

Namun, saat tiba di rumah, korban tidak diizinkan masuk dan mandi di dalam rumah. Karena tidak diizinkan masuk, korban pun mandi di parit yang ada di belakang rumah.

“Melihat korban sementara mandi, pelaku membentak korban dan selanjutnya memukul korban dengan balok kayu sampai korban mengalami patah tulang tangan kanan. Merasa terancam, korban selanjutnya melarikan diri ke rumah orang tuanya,” ujar Watung.

Sekitar pukul 19.00 WITA, lanjut Watung, korban kembali ke rumah untuk beristirahat. Ketika sedang beristirahat di kamar, pelaku memanggil korban keluar dan membentak, bahkan memukul korban dengan menggunakan tangan hingga berkali-kali.

Ironisnya usai memukul korban, pelaku menyekap korban di dalam kamar. Namun sekitar pukul 21.00 WITA, korban berhasil melarikan diri dan pergi ke rumah orang tuanya.

“Menurut korban, sekitar bulan November 2019, pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap korban secara berulang-ulang,” jelasnya.

Sementara, kata Watung, berdasarkan keterangan pelaku, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena pasangan kumpul kebo dari pelaku tidak direstui oleh korban.

“Pelaku sebelumnya pada tahun 2011 pernah ditahan karena kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan mendapat hukuman empat bulan penjara,” tuturnya.

Watung menegaskan, pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com