Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Terkait Persiapan Pemilu 2019, Komisi II DPR RI Apresiasi Gubernur

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), terkait persiapan Pemilihan Umum (Pemliu) Tahun 2019. Pasalnya, tahapan persiapan Pemilu 2019 yang sudah berlangsung ti Sulut dinilai tidak menemui kendala yang serius.

“Kami mengapresiasi Pak Gubernur karena sudah mengantisipasi Pemilu 2019. Pak Gubernur sudah bekerja dengan baik,” kata Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali, saat kunjungan kerja Komisi II DPR ke Sulut yang dilaksanakan di Ruang C.J. Rantung, Kamis (20/9/2018) siang.

Amali menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan KPU Sulut telah berupaya optimal mendukung pendataan pemilih menjelang Pemilu 2019.

Di mana, dari jumlah penduduk Sulut yang berjumlah 2.685.816 jiwa, yang masuk dalam DPT sebanyak 1.856.040 jiwa yang terdiri dari 938.973 pemilih laki-laki dan 917.067 pemilih perempuan.

“Komisi II DPR RI telah melihat secara langsung dan memastikan kesiapan Sulut dalam menghadapi Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang. Di masa waktu tersisa ini, kami yakin semua kendala yang ada dapat diselesaikan,” beber Amali.

Amali pun meminta KPU, Bawaslu dan Pemprov Sulut terus memperkuat koordinasi agar Pemilu 2019 berjalan lancar.

“Yang perlu ditingkatkan adalah koordinasi dan sinkronisasi semua pihak. Kami merasa yakin Sulut bisa melaksanakan Pileg dan Pilpres secara bersamaan,” imbuh Amali.

Sebelumnya, Gubernur Olly Dondokambey menyatakan, pihaknya optimis Pemilu 2019 di Sulut berjalan lancar. Hal itu pun berdasarkan pengalaman Sulut saat menggelar Pilkada Serentak tahun 2018 pada 6 kabupaten/kota yang berlangsung dengan sukses, aman dan damai menjadi alasannya.

Kesuksesan itu semakin diperkuat dengan tingginya persentase partisipasi Pemilih. Di mana, dari jumlah 591.040 DPT yang tersebar  di 76 Kecamatan, 800 Desa/Kelurahan dan 1.528 TPS, tingkat partisipasi politik mencapai sebanyak 478.413 atau 80,94%.

“Tingginya angka partisipasi ini membawa optimisme bagi kami untuk menyukseskan Pemilu 17 April 2019 di Sulawesi Utara,” beber Olly.

Gubernur Olly juga menyebut, perkembangan pendataan KTP Elektronik di Sulut yang digunakan sebagai basis data pemilih. Di mana, lanjut Olly, dari jumlah penduduk 2.685.816 jiwa, yang wajib KTP adalah 2.011.585 jiwa dan yang sudah merekam sebanyak 1.834.447 jiwa atau 91,19%. Sementara yang belum rekam tinggal 8,81% atau berjumlah 177.138 jiwa.

“Hingga sekarang, perekaman sudah mencapai 91,19%. Sisanya yang tinggal 8% itu adalah penduduk Sulut yang tinggal di kepulauan dan juga warga pendatang asal Filipina yang tinggal di Bitung dan ingin memiliki kewarganegaraan Indonesia,” ungkap Olly.

Meskipun begitu, Olly optimis, instansi yang menangani soal kependudukan, yakni Disdukcapil dan KB mampu bekerja maksimal melakukan pendataan kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah memenuhi syarat untuk memiliki KTP Elektronik.

Menariknya, di hadapan Tim Komisi II DPR RI, Olly juga mempromosikan kerukunan di Sulut. Menurut dia, kehidupan bermasyarakat di Sulut yang terus berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis, meskipun masyarakatnya sangat majemuk, baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat juga menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Sulut adalah daerah paling toleran di Indonesia hingga diberikan penghargaan oleh pemerintah pusat,” ucap Olly.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua MPR RI E.E. Mangindaan, Sekdaprov Edwin Silangen, Komisioner Bawaslu serta para pejabat Pemprov Sulut.

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Politik dan Pemerintahan

Publik kecam sikap politisi PDIP Arteria Dahlan saat debat di Mata Najwa

Arteria sempat menunjuk-nunjuk Emil Salam dan tidak meminta maaf sesudah itu.

Bagikan !

Published

on

Foto kolase (istimewa)

ZONAUTARA.com – Publik mengecam sikap politisi PDIP Arteria Dahlan yang terlihat tidak menjaga sikap saat berdebat dengan ekonom senior Emil Salim, di acara Mata Najwa.

Bahkan kicauan warganet soal ini menjadi trending topic di Twitter, Kamis (10/10/2019). Mereka jengah melihat Arteria yang menyerang Emil Salim secara emosional, bahkan sambil menunjuk-nunjuk.

Dalam potongan video yang tersebar, nampak Arteria terlibat adu argumen dengan memotong pembicaraan dan sempat menyebut Emil sesat.

Akibat sikap Arteria, warganet merasa geram dan mengatakan ia sebagai sosok yang tidak sopan dan tidak memiliki etika.

Tak kurang dari Sudjiwo Tedjo bahkan menyarankan Ketua Umum PDIP Megawati meminta maaf kepada Emil Salim yang dianggap sesepuh itu.

Dalam video yang beredar di Twitter, bahkan usai acara berlangsung, Arteria tidak meminta maaf kepada Emil. Saat bintang tamu lainnya menyalami Emil, Arteria malah terlihat langsung pergi.

Acara Mata Najwa yang dihadiri Arteria dan Emil Salim itu membahas soal Perppu KPK.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com