Connect with us

Hukum dan Kriminal

Ketua Partai Hanura Sulut Bersaksi di Sidang Hendra Jacob

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Hendra Jacob, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabut (10/10/2018). Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini menghadirkan Ketua Partai Hati Nurnai Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Kumaat sebagai saksi.

Ketua Majelis Hakim Djulita T. Massora yang memimpin sidang pun sempat menegur Kumaat yang datang ke ruang sidang menggunakan jaket dan kaos oblong. Teguran tersebut ditanggapi Jackson dengan menganggukkan kepala.

Dalam sidang itu, Kumaat mengatakan, dirinya yang melaporkan terdakwa Hendra.

“Saya lapor karena terdakwa menulis status di media sosial Facebook, menaruh nama saya dan nama partai,” katanya.

Kumaat menjelaskan, status facebok yang ditulis Hendra diperlihatkan oleh orang lain.

“Saya lihat satus itu sekitar 2 Februari, postingan 1 Februari. Saya ada di Manado saat itu,” ujarnya.

Saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ikent Pelealu meminta menyebutkan kata-kata status tersebut, Kumaat mengaku sudah tidak ingat persis.

“Status itu sangat kurang baiklah, saya lupa persis kata-kata itu,” sebut saksi.

Kumaat mengaku, dirinya pertama kali berteman dengan Hendra di Jakarta. Dia juga mengatakan tidak pernah ada masalah dengan terdakwa. Kumaat mengaku, status yang ditulis terdakwa sangat merugikan dirinya secara pribadi dan sebagai ketua partai.

Dalam sidang, Majelis Hakim menunjukan bukti postingan Facebook maupun percakapan grup messenger dalam berkas perkara. Dan itu dilihat oleh saksi, terdakwa, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, dan JPU.

Setelah itu, Kumaat mengaku terdakwa beberapa kali mencoba meminta maaf, namun proses hukum sudah jalan.

“Saya mendapat respon dari Hendra, memohon agar proses ini tidak dilanjutkan. Namun demi keadilan, saya ingin tidak ada lagi orang lain menjadi korban,” sebut saksi.

Dalam sidang juga terangkat soal Kumaat menyuruh mengirim tiga mobil ke Citraland Manado. Kemudian, memerintahkan seseorang untuk mengancam menikam terdakwa. Hal itu ditanyakan PH  Hendra, Reza Sofian kepada saksi.

Terkait hal itu, Kumaat mengaku, soal tiga mobil ke Citralend hanya ingin bertemu terdakwa. Selebihnya Kumaat mengaku tidak tahu.

Sedangkan terdakwa Hendra saat diberikan kesempatan oleh Majelis Hakim bertanya dan menanggapi keterangan saksi menegaskan, ada yang rancu dan salah. Salah satunya, Hendra menyinggung soal pertemuan pertama kali.

“Sesungguhnya sebelum itu kita sudah pernah ketemu di Plaza Senayan, Jakarta,” ujar terdakwa.

Atas tanggapan itu, saksi Jackson mengaku tetap pada keterangannya, begitu juga dengan terdakwa.

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada saksi korban Jackson Kumaat dan terdakwa Hendra Jacob untuk berdamai. Tampak, keduanya berjabat tangan di hadapan Majelis Hakim.

“Meski sudah berdamai, proses ini tetap jalan. Kita berharap ini tidak terjadi lagi,” kata Hakim Massora.

Setelah mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang pada Rabu (17/10). (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Pangdam XIII/Merdeka sambut Satgas Yonif 711 dari penugasan di Maluku dan Maluku Utara

Published

on

Foto: Pengdam XIII/Merdeka

MANADO, ZONAUTARA.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang menyambut kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Yonif 711/Raksatama dari penugasan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Penyambutan itu dilakukan di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Senin (10/6/2019).

Aritonang dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan laporan, Yonif 711/Raksatama telah mengemban tugas negara tersebut dengan baik. Hal itu dapat dicapai berkat kedisiplinan, dedikasi dan semangat juang yang tinggi.

“Pelaksanaan tugas operasi dalam rangka mengamankan daerah  rawan di Maluku dan Maluku Utara selama kurang lebih sembilan bulan tentunya telah memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para anggota Satgas,” ujar Aritonang.

Dengan selesainya penugasan ini, Aritonang memerintahkan kepada segenap unsur pimpinan Yonif 711/Raksatama agar segera melaksanakan konsolidasi.

“Periksa kembali kondisi kesehatan seluruh anggota dan yakinkan semua dalam keadaan sehat serta adakan pengecekan kembali semua material yang telah digunakan, baik senjata, munisi maupun perlengkapan lainnya seteliti dan secermat mungkin. Kebanggaan dan keberhasilan yang telah kalian capai hendaknya dapat dijadikan sebagai motivasi dan kepercayaan diri dalam pelaksanaan tugas di masa mendatang,” kata Aritonang.

Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tengah beserta Forkopimda, Kapolda Sulawesi Tengah beserta jajaran; Danrem 132/Tadulako, Danlanal Palu dan Kaden AU Palu;  Walikota Palu beserta Forkopimda; Para Asisten dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka; Danbrigif 22/Otamanasa; Komandan KRI Teluk Bintuni 520;  Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka beserta para Pengurus; Perwira, Bintara dan Tamtama Yonif 711/Raksatama.

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com