Connect with us

Zona Wakil Rakyat

Dana BOS Dikelola Sesuai Aturan, Komisi IV Apresiasi SMAN 1 Tomohon

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Fanny Legoh mengapresiasi penggunaan dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri (SMAN) 1 Tomohon.

“Ini luar biasa. SMA Negeri 1 Tomohon mampu mengelola dan memanfaatkan dana BOS dengan bijaksana dan semaksimal mungkin. Semuanya lancar, baik dan sesuai aturan. Memang SMA 1 Tomohon salah satu sekolah terbaik di Sulawesi Utara,” ungkap Legoh saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Tomohon, Kamis (18/10/2018).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengaku, ada beberapa aspirasi yang disampaikan pihak sekolah kepada Komisi IV.

“Kita berusaha aspirasi yang disampaikan itu bisa diperjuangkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk 2019 nanti,” sebut Legoh.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Tomohon Meytha J Tambengi mengatakan, memang ada beberapa poin yang disampaikan kepada Komisi IV.

“Ada permintaan ke DPRD untuk fisik, kami di sini untuk Ruang Kelas Baru (RKB) sudah, tinggal untuk rehab. Kemudian sarana penunjang, seperti komputer. Itu kita sangat perlu. Karena kita di sini banyak peserta juga, kelas XII ini untuk peserta ujian ada 456 siswa. Sedangkan, komputer yang ada hanya sekitar 60 unit lebih,” ungkap Tambengi saat diwawancarai wartawan.

Tambengi juga menegaskan, pihaknya tidak melakukan permintaan bantuan dana kepada orangtua siswa.

“Sama sekali tidak. Uang komite juga tidak ada. Jadi semua bergantung dengan BOS, yang pemerintah kasih. Biar susah payah kita bijaksanai,” terangnya.

Diketahui, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi IV di sejumlah SMA di Sulut untuk mengecek penggunaan dan pemanfaatan dana BOS.

Pantauan Zona Utara, kunjungan kerja Komisi IV di SMA Negeri 1 Manado disambut tarian kabasaran. Atraksi tarian kabasaran itu diperankan oleh siswa SMA Negeri 1 Tomohon sendiri. Pada kunjungan tersebut, Komisi IV ikut didampingi Kacab Dinas Pendidikan Wilayah Tomohon-Minahasa Merlinda Mamesah. (K-02)

Editor : Christo Senduk

KABAR SULUT

Empat calon Anggota DPD ini melaju ke Senayan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comEmpat nama calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dipastikan melenggang mulus ke Senayan Jakarta.

Keempat nama tersebut, yakni Cherish Harriette, Maya Rumantir, Djafar Alkatiri dan Stefanus BAN Liow.Keempatnya pun dipastikan duduk sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024 yang mewakili Bumi Nyiur Melambai.

Hal ini pun berdasarkan data yang dihimpun dari hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota.

Hingga Jumat (3/5/2019) siang, Cherish Harriette telah mengantongi sebanyak 175.484 suara dan menempati urutan pertama.

Posisi kedua ditempati Maya Rumantir dengan perolehan suara sebanyak 149.140 suara.

Kemudian di urutan tiga ada Djafar Alkatiri dengan raihan suara sebanyak 133.767.

Sementara untuk posisi keempat ditempati Stefanus BAN Liow yang merupakan Anggota DPD RI aktif dengan perolehan suara sebanyak 122.958.

Untuk posisi kelima RM Luntungan sebanyak 105.712 suara dan urutan keenam HWB Sumakul dengan 87.842 suara.

Tim Data SBANL Venko Sewow dan Maikel Salaki mengatakan, transparansi sangat terasa pada perhelatan Pemilu serentak 2019.

Pasalnya, potensi kecurangan bisa diminimalisir dengan bisa diaksesnya C1 secara langsung oleh publik.

“Selain itu, pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu sampai di jajaran terdepan yakni desa/kelurahan dan TPS melaksanakan tugas dengan segala baik dalam menyelenggara pesta demokrasi, bahkan banyak jatuh korban sakit sampai meninggal dunia,” ungkap keduanya.

Mereka pun memberikan apresiasi kepada para penyelenggara pemilu dengan dibantu personel dari TNI dan Polri.

“Namun begitu, keputusan final perolehan suara harus menunggu penetapan KPU sesuai tingkatan,” pungkas Venko dan Maikel.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement

Trending