Connect with us

Hukum dan Kriminal

Ini Pesan Ketua MA Kepada Para Hakim di Sulutgo dan Malut

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Ketua Mahkama Agung (MA) RI Muhammad Hatta Ali memberikan pembinaan kepada seluruh Hakim yang ada di Sulawesi Utara, Gorontalo (Sulutgo) dan Maluku Utara (Malut), di Sintesa Peninsula Hotel, Manado, Selasa (23/10/2018).

Hatta Ali saat diwawancarai wartawan menegaskan, ada dua poin yang akan diberikan dalam pembinaan tersebut.

“Pertama, mengingatkan kepada semua hakim supaya lebih meningkatkan profesionalismenya dan juga sekaligus diikuti dengan integritas yang tinggi,” kata Hatta Ali.

Selain itu, lanjut Hatta Ali, menyampaikan permasalahan-permasalahan yang selama ini oleh masyarakat terutama pencari keadilan dianggap masih terdapat hal yang kurang.

“Dalam rangka pelayanan para pengadilan kepada pencari keadilan,” sebutnya.

Dia menambahkan, memang tujuan kunjungan kerja MA beserta seluruh pimpinan dan rombongan ada dua.

“Seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Setelah peresmian 85 pengadilan baru, terdiri dari 53 Pengadilan Agama, 30 Peradilan Umum, dan dua Peradilan TUN. Di samping itu, kami melakukan pembinaan yang dilaksanakan oleh pimpinan Mahkama Agung kepada tiga provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara,” ujarnya.

Ditanya kenapa pilih Talaud sebagai tempat peresmian 85 pengadilan, Hatta Ali menjelaskan, memang hampir setiap daerah meminta supaya dilakukan peresmian di wilayahnya.

“Tetapi berdasarkan rapat pimpinan, kalau kita mengadakan di Melonguane ini merupakan perbatasan atau ujung keluar sebelah utara dari Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina. Oleh karena itu, kami menganggap Melonguane mempunyai nilai yang sangat strategis dalam rangka mendekatkan pengadilan kepada pencari keadilan,” pungkasnya. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com