Connect with us

Zona Tomohon

Dapodik Jadi Dasar Pemberian Bantuan BOP PAUD

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menggelar kegiatan Pengembangan Data dan Informasi Kota Tomohon Tahun 2018, di Okoy Flower Garden, Rabu (24/10/2018).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman turut hadir dalam kegiatan yang dihadiri peserta dari unsur Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Satuan PAUD Sejenis (SPS) atau Sekolah Minggu.

Eman usai kegiatan saat diwawancarai mengatakan, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat ini diberlakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengontrolan sistem pendidikan. Menurut Eman, Dapodik sangat mempengaruhi pemberian dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD.

“Data PAUD di Dapodik ini akan menjadi dasar pemberian bantuan bagi para siswa PAUD. Kalau ada 30 (siswa) yah dilaporkan 30. Karena itu akan dihitung bantuan, misalnya per siswa itu Rp600 ribu, termasuk bantuan alat peraga untuk PAUD,” ujar Eman.

Dia menjelaskan, besaran bantuan untuk siswa PAUD adalah sebesar Rp600 ribu. Namun begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi TK atau PAUD dan sejenisnya yang hanya memiliki 12 anak didik.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Dikbud Tomohon Juliana Dolvien Karwur. Dia mengatakan, dapodik saat ini merupakan sesuatu yang penting. Pasalnya, kata dia, segala sesuatu yang dilakukan saat ini semuanya berdasarkan dapodik.

“Memang yang tidak melakukan dapodik tidak akan mendapatkan dana BOP PAUD,” tegas Karwur.

Pasalnya, lanjut Karwur, pemberian dana BOP PAUD tersebut berdasarkan data yang ditarik dari dapodik. Sehingga, jika tidak memiliki data di dapodik, otomatis tidak akan menerima bantuan.

Dia berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan Pengembangan Data dan Informasi tersebut dapat meningkatkan kompetensi para operator dapodik dalam mengelola data pendidikan, sehingga semua anak memperoleh pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Faturrahman dari Sekretariat Direktorat Jendral PAUD dan DIKMAS Kemendikbud RI, dengan peserta dari unsur Guru-guru TK, PAUD dan SPS se-Kota Tomohon.

 

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Bekraf kembangkan ekonomi kreatif di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kota Tomohon menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang dipilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyelenggarakan program Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2019.

Program yang bakal dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Indonesia, yakni Tomohon, Aceh Utara, Pangkal Pinang, Lombok Timur dan Kupang ini bentuk komitmen pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman saat mengikuti presentasi dari tim Bekraf yang dilaksanakan di Wise Hotel beberapa waktu lalu pun mengapresiasi Bekraf yang telah memilih Kota Tomohon sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Kami berterima kasih atas dipilihnya Tomohon menjadi satu-satunya kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan program Inovatif dan kreatif melalui Kolaborasi Nusantara in,” ujar Eman.

Menurut Eman, melalui program tersebut, diharapkan akan semakin mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tomohon.

Sebelumnya, Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta menjelaskan, lima daerah tempat pelaksanaan IKKON 2019 tersebut telah melalui proses seleksi sebelum akhirnya dipilih.

“Kelima daerah tersebut terpilih setelah melalui proses pemilihan daerah yang diselenggarakan tahun 2018. Kami berharap, program IKKON ini dapat membantu daerah untuk memaksimalkan potensi kreatifnya, agar dapat memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

IKKON ini pun, kata dia, merupakan program yang mengusung konsep live in designer dengan mengedepankan kolaborasi antara profesional di bidang kreatif dengan pengrajin lokal dan pemangku kepentingan di daerah.

Sejak 2016, Bekraf melalui IKKON telah mendukung pengembangan ekraf daerah di 15 kota/kabupaten dengan mengembangkan produk yang sudah ada maupun menciptakan produk kreatif baru.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan muncul produk–produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari masing-masing daerah,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Poppy Savitri.

IKKON 2019 akan mulai dilaksanakan akhir Juli dan ditutup dengan pameran produk IKKON  yang akan diadakan November mendatang. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan memperkuat ekosistem ekraf nasional, Bekraf juga berharap IKKON dapat menjadi kajian pembuatan program dan peraturan atau peta jalan ekonomi kreatif di daerah.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com