ZONAUTARA.com – Pimpinan Bawaslu Sulut Kenly Poluan menegaskan bahwa dampak dari politik uang ketika Pilkada berlangsung bisa sampai kepada pemiskinan masyarakat.

“Dampak dari politik uang adalah tindakan koruptif dari kandidat yang nantinya terpilih dan berimplikasi terhadap pemiskinan masyarakat,” tegas Poluan ketika meresmikan kampung pengawasan anti politik uang di Pulau Lembeh, Bitung, Sabtu (28/11/2020).

Karena menurutnya, kandidat yang memainkan politik uang akan mengeluarkan biaya kampanye yang besar. Hal ini membuat sang kandidat yang nantinya terpilih akan berupaya mengembalikan modal kampanyenya dengan cara-cara koruptif.

“Implikasinya pada pemiskinan masyarakat dan ini adalah dosa besar,” kata Poluan yang juga Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubangan antar Lembaga.

Oleh karena itu mantan Ketua Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini mengajak masyarakat Sulut untuk komitmen menolak politik uang. Karena jika demikian hal itu akan menjadi dampak positif atas suksesnya Pilkada 2020.

“Yakinlah dengan tolak politik uang akan memberi dampak positif bagi daerah yang kita cintai ini,” pungkas Kenly sembari berharap masyarakat bisa secara proaktif mengawal jalannya setiap proses yang ada selama tahapan Pilkada berlangsung. (marcelino)

| Kanal Metro

Bagikan !