Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

DATA: 3 Triliun Untuk Dana Kelurahan

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Mulai tahun depan, tak hanya desa yang akan menerima dana khusus. Pemerintah telah menyetujui pemberian dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun untuk 8.212 kelurahan di 410 kabupaten/kota.

Dana sebesar itu telah ditata dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Pagunya diambil dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan. Untuk dana desa sendiri pemerintah telah menetapkan untuk tahun 2019 sebesar Rp 70 triliun.

Dari 8.212 kelurahan yang akan menerima dana itu, pemerintah membaginya menjadi tiga kategori.

Kelurahan dengan kategori baik akan mendapat jatah Rp 352,94 juta; kelurahan dengan kategori perlu ditingkatkan mendapat jatah Rp 370,14 juta dan kelurahan kategori sangat perlu ditingkatkan mendapat dana sebesar Rp 384 juta.

Dana kelurahan ini bersifat melengkapi tanpa mengurangi komitmen pendanaan pemerintah daerah kepada kelurahan yang ditata melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemberian dana kelurahan melalui APBN dimaksudkan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban penganggaran bagi kelurahan untuk membangun sarana dan parasarana serta pemberdayaan masyarakat.

 

 

Sumber grafik: katadata.co.id

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Gojek dapat Rp 119 Triliun dari Gopay dan GoFood

Published

on

ZONAUTARA.com – CEO Gojek Nadiem Makarim mengungkapkan pendapatan perusahaan rintisan yang didirikannya itu. Menurutnya transaksi Gojek kini telah mencapai Rp 127 triliun.

Dari transaksi sebesar itu, ternyata sumbangan terbesar datang dari layanan Gopay dan GoFood, dengan total Rp 119,1 triliun.

Saat ini layanan pengantaran makanan (GoFood) mampu menghasilkan US$2 miliar atau Rp 28,7 triliun. Sementara untuk layanan pembayaran (GoFood) menghasilkan US$6,3 miliar (Rp90,4 triliun) per tahun.

Makarim menjelaskan bahwa perusahaannya tidak berharap layanan transportasi online (GoRide dan GoCar) memberikan keuntungan bagi perusahaannya jika melakukan IPO.

“Aset yang sangat kuat dari Gojek, kami tidak perlu layanan transportasi online jadi menguntungkan terlebih dulu,” jelas CEO Makarim dalam wawancaranya dengan Nikkei Asian Review, Rabu (29/5), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Transportasi online […] hanya menyumbang kurang dari seperempat dari total transaksi Gojek. Makanan sangat besar dan pembayaran lebih besar lagi,” tuturnya.

“Kami membangun bisnis ini dengan asumsi kalau transportasi online hanya akan mencapai titik impas (break even point),” lanjutnya lagi ketika menerangkan ini adalah skenario dasar mereka.

Walaupun demikian, Makarim menegaskan bahwa layanan transportasi online adalah sumber awal pendapatan mereka, terutama GoRide. Layanan ini yang paling sering dipakai dan yang paling banyak menarik pengguna bagi aplikasi mereka.

Gojek telah mendapat suntikan modal dari Google sebesar US$500 juta yang membuat perusahaan ini menjadi rekan terbesar Google di Asia Tenggara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com