Connect with us

Zona Tomohon

Lima Putra-Putri Tomohon Ikuti Diklat Flight Attendant

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Setelah lolos seleksi, lima putra-putri terbaik dari Kota Tomohon akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Flight Attendant atau Pramugari di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Palembang.

Program ini merupakan lanjutan kerja sama antara Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan BP3 Palembang.

Kelimanya akan mulai masuk Diklat pada 6 November dan berakhir pada 22 Desember mendatang. Kelima putra dan putri yang lolos seleksi adalah Julio Reynaldo Pantow (Kakaskasen), Andre Hendro Tololiu (Woloan Tiga), Fanny Fransisko Manopo (Woloan Dua), Lorenzo Pondaag (Talete Satu) dan Jovanka Warongan ( Kinilow Satu).

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman saat bertatap muka dengan mereka Senin (5/11/2018), memberikan apresiasi karena telah lulus seleksi dan akan menjalani pendidikan dan pelatihan.

“Nanti saat Diklat Flight Attendant di Palembang, jaga kondisi fisik baik-baik, karena Diklat ini sangat membutuhkan stamina yang prima dan konsentrasi untuk memperoleh ilmu pengetahuan,” ujar Eman yang didampingi Sekretaris Kota Harold V Lolowang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Juliana Dolvin Karwur dan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Tomohon Masna Pioh.

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

ZONA DAERAH

Lebaran Ketupat di ‘Kamja’ Tomohon dirayakan terbatas dan patuhi protap

Published

on

Pimpinan Daerah DMI Kota Tomohon Zamroni Khan di sela-sela perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Jawa Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Sepekan pasca-Hari Raya Idul Fitri, dirayakan oleh umat muslim sebagai Lebaran Ketupat.

Bagi umat muslim yang ada di Kelurahan Kampung Jawa (Kamja), Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Lebaran Ketupat merupakan salah satu kearifan lokal yang terus dilestarikan dan dilaksanakan dari tahun ke tahun.

Tak sedikit masyarakat dari dan luar Kota Tomohon yang ‘menyerbu’ daerah ini di saat perayaan Lebaran Ketupat.

Sayangnya, perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Jawa Tomohon Minggu (31/5/2020), tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya tamu hingga macetnya jalanan kini tidak akan didapati.

Pasalnya, perayaan Lebaran Ketupat kini harus dirayakan secara terbatas dan bahkan menggunakan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19.

Doa bersama di Masjid Nurul Iman yang biasanya dihadiri seluruh jamaah pun kini hanya dihadiri para tokoh agama dan tokoh masyarat bersama Ketua BTM Agussalim Saleh dan Lurah Aep Satriya Wibawa dan dipimpin langsung Imam Masjid Suharto Abusalam.

Sementara, umat muslim di Kampung Jawa hanya bisa merayakan Lebaran Ketupat dengan anggota keluarga.

Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tomohon Zamroni Khan mengatakan, kearifan lokal yang selama ini dirayakan tetap dilaksanakan dan dipertahankan.

“Namun, karena ini keadaan pandemi, tentu harus mengikuti imbauan pemerintah. Antara lain, cukup merayakan dengan keluarga inti, tidak mengundang saudara-saudara yang dari luar,” ujar Zamroni.

Menurut Zamroni, dalam perayaan Lebaran Ketupat, jamaah pun dilarang berkerumun, tetap pakai masker dan dilarang berpelukan atau bersalaman.

Dia berharap, kondisi saat ini bisa segera berlalu sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan bisa merayakan hari raya keagamaan secara bersama-sama tanpa adanya batasan seperti saat ini.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com