Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE

Kita butuh toilet saat ada “panggilan alam”

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap tangal 19 November dirayakan sebagai Hari Toilet Sedunia.

Untuk perayaan tahun ini, badan dunia itu menetapkan tema, “When nature calls, we need a toilet”.

Perayaan ini mengadopsi apa yang telah dirintis oleh World Toilet Organizaiton pada 2001. Itu bermula dari Singapura.

Adopsi PBB kemudian memasukkan urusan jamban (toilet) menjadi bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal.

Toilet yang menjadi tempat pembuangan tinja manusia adalah potret sanitasi rumah tangga.

Dari olah data Beritagar.id, 91,13% rumah tangga di provinsi DKI Jakarta memiliki akses ke sanitasi yang layak. Itu menempatkan Jakarta di urutan pertama dari 34 provinsi.

Berurutan kebawah adalah Bali (90,51%), DI Yogyakarta (89,40%), Kepulauan Riau (86,33%) dan Kepulauan Bangka Belitung (83,56%).

Sementara yang paling bawah adalah Papua (33,06%) lalu diatasnya ada Bengkulu (42,71%), Nusa Tenggara Timur (45,31%), Kalimantan Tengah (45,46%) dan Sumatera Barat (52,77%).

Untuk urusan sanitasi kloset yang layak adalah yang model leher angsa dan yang model plensengan.

Plensengan adalah model kakus yang bagian bawah dudukannya terdapat saluran rata yang dimiringkan ke pembuangan kotoran.

Selain itu tempat pembuangan akhir tinja harus menggunakan tangki septik atau sistem pengolahan air limbah.

Menurut catatan PBB, saat ini terdapat 4,5 miliar penduduk bumi yang hidup tanpa toilet yang aman dan ada 892 juta orang yang masih mempraktikan buang air besar sembarangan.

Tidak adanya akses ke jamban dan kebiasaan buang air sembarangan akan berdampak pada kesehatan masyarakat, kondisi hidup dan kerja, nutrisi,pendidikan dan produktivitas ekonomi.

SDG 6 bertujuan untuk memastikan setiap orang mempunyai akses ke toilet yang aman dan tidak lagi buang air besar sembarangan pada tahun 2030.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Jelang 22 Mei, Amien Rais dipanggil polisi

Dia diperiksa sebagai saksi Eggi Sudjana dengan tuduhan makar.

Published

on

Amien Rais (Foto: Reuters)

ZONAUTARA.com – Polisi mengagendakan pemanggilan terhadap Amien Rais. Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, hari ini Senin (20/5/2019).

Pemeriksaan terhadap Amien Rais sebagai saksi untuk tersangka Eggi Sudjana yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (14/5) dalam dugaan makar.

Eggi sebelumnya dilaporkan oleh politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung karena dianggap menyerukan people power bagi pendukung Prabowo-Sandiaga untuk menolak hasil perhitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa semua kemungkinan bisa terjadi, saat menjawab pertanyaan wartawan apakah Amien Rais bisa menjadi tersangka.

Sebelum memanggil Amien Rais, polisi juga telah memeriksa Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen yang juga diperiksa sebagai saksi Eggi.

Jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden oleh KPU pada Rabu, 22 Mei nanti, tensi politik dan keamanan meningkat. Masyarakat berharap proses demokrasi tidak rusak hanya karena ada kelompok yang tidak puas.

Baik penyelenggara pemilu maupun pemerintah, menghimbau pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu bisa menempuh langkah hukum sesuai dengan undang-undang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending