Connect with us

ZONAPEDIA

Kekuataan nafas untuk kesehatan

Published

on

zonautara.com

Oleh: Arin Kusumo

Nafas adalah kegiatan yang selalu kita lakukan baik secara sadar maupun tidak. Dan kebanyakan, tidak menyadari apakah nafas yang dilakukan benar atau salah, bermanfaat atau merugikan.

Di dalam sistem kerja pernafasan manusia, ada organ berupa saluran udara, pembuluh darah, paru-paru, dan otot pernafasan. Kegiatan yang terjadi bukan hanya pertukaran udara, namun meliputi pertukaran udara dengan darah serta antara darah dengan sel-sel di seluruh tubuh. Sehingga bernafas adalah kegiatan komplek untuk melakukan pertukaran udara dan gas, juga menyaring, melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk dalam tubuh.

Kembali lagi ke cara kita bernafas, jika tujuan akhir kita, bernafas untuk mensupplay kebutuhan oksigen ke dalah tubuh kita, mungkin nafas yang selama ini dilakukan sudah mewakili. Namun jika pertanyaannya, apakah nafas yang kita lakukan memberikan manfaat kesehatan untuk organ tubuh dan rasa rileks serta kenyaman untuk seluruh anggota tubuh kita?  Belum tentu.

Dewasa ini, banyak sekali keluhan-keluhan tidak berfungsinya organ-organ tubuh dengan baik. Migren, sulit tidur, sakit pinggang dan punggung, kembung biasa dirasakan manusia modern saat ini. Dan tindakan tercepat dan termudah untuk jangka pendek adalah meminum obat.

Di setiap kelas yoga yang saya bimbing, hal yang pertama kali saya perhatikan adalah cara bernafas. Saya perhatikan bagaimana cara menarik dan membuang nafas. Dan rata-rata sahabat-sahabat saya ini, bernafas dengan cara menarik nafas dari hidung, dada mengembang, perut ditarik ke dalam. Kemudian ketika menghembuskan nafas, dikeluarkan melalui mulut, bahu turun dan perut kembali mengembang. Bagaimana dengan Anda?

Latihan Ringan

Baiklah mari kita berlatih bernafas. Kembali lagi menanamkan keyakinan, bahwa nafas adalah pencegahan awal dan terbaik serta menjadi obat yang murah yang dapat kita lakukan sendiri.

Sediakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk “bernafas”, pilihlah ruangan atau tempat yang nyaman serta memiliki ventilasi yang baik. Anda bisa memilih untuk duduk atau berbaring nyaman. Sekarang, letakkan tangan kanan Anda di dada dan tangan kiri Anda di perut. Lembutkan wajah dengan cara tersenyum, kemudian tariklah nafas perlahan melalui hidung, coba arahkan  nafas Anda ke arah dada dan perut. Analisa melalui tangan, apakah perut Anda mengembang? Jika belum, coba ulangi lagi. Jika sudah, selamat ya, Anda sudah memasuki proses bernafas yang baik.

Kemudian, ketika menghembuskan nafas, kembali hembuskan melalui hidung Anda. Analisa area dada Anda, usahakan area dada kembali ke posisi rileks. Tidak ada ketegangan di area dada apalagi bahu Anda.

Anda bisa melakukan kegiatan bernafas ini dengan iringan musik yang lembut, carilah di aplikasi lagu, pilihan musik yang meditatif, menenangkan. Atau dapat pula menghitung nafas yang Anda tarik dan buang. Untuk awalnya, hitunglah setiap tarikan nafas sebanyak  empat hitungan, kemudian menghembuskan nafas sebanyak empat hitungan. Jika Anda sudah mampu menikmati nafas Anda, tingkatkan dengan menarik nafas sebanyak empat hitungan dan menghembuskan nafas sebanyak enam hitungan.

Mari tingkatkan kemampuan nafas Anda dengan menganalisa suhu tubuh ketika bernafas. Fokuskan pada udara yang Anda hirup. Terasa sejuk disetiap tarikan nafas, bukan? Kemudian fokuskan kembali ketika membuang nafas. Ada kehangatan pada udara yang Anda hembuskan. Belum terasa? Jangan berkecil hati, ayo ulangi lagi.

Setelah 5 hingga 10 menit melakukan kegiatan bernafas, mungkin Anda akan merasakan keringat muncul, atau tidak sama sekali. Bahkan jika Anda tertidur sekalipun, bukan berarti Anda gagal. Itulah pengalaman tubuh anda terhadap kegiatan bernafas. Sensasinya akan berbeda pada setiap orang.

Seperti inilah nafas yang memberikan pengaruh kebaikan terhadap tubuh Anda. Jadi, selama ini salah bernafas? Bukan salah, hanya kurang tepat. Setelah melakukan praktek bernafas tadi, mungkin Anda bertanya, mengapa berbeda dari nafas yang biasa dilakukan? Terasa janggal dan melelahkan. Atau terasa janggal dan bikin mengantuk.  Ajaib ya.

Sesungguhnya selama ini, udara yang Anda hirup hanya sebatas mensuplai bagian atas tubuh Anda. Manusia modern memang dituntut untuk serba cepat, bahkan untuk bernafas. Lupa bagian tubuh tengah dan bawah Anda, juga perlu dialiri udara baik. Nafas yang Anda tarik masuk merupakan modal dasar tubuh untuk beraktifitas, ibaratnya oli. Oli harus mengalir disetiap saluran, jika tidak muncullah masalah disetiap bagian tubuh. Mulai dari pusing, kemudian leher kaku, punggung sering nyeri, perut kembung, kram di bagian kaki, dan banyak keluhan lainnya. Itu dari fisik, sedangkan dari segi phisik, bisa saja kemampuan fokus menurun, mudah panik dan meningkatnya tingkat stress.

Sediakan waktu sehari sekali, syukur-syukur bisa dilakukan sehari dua kali. Waktu terbaik adalah di pagi hari dan menjelang tidur malam. Hanya 5 hingga 10 menit saja, bernafas dengan sadar, memfokuskan kepada aliran nafas yang Anda tarik. Analisa tubuh Anda, jadilah pengamat, jangan dikritik. Selalu ucapkan syukur setiap tarikan nafas Anda. Sungguh indah dan menenangkan bukan? Selamat mencoba.  

Arin Kusumo adalah seorang ibu rumah tangga penyuka jalan-jalan dan pelatih yoga. Dia juga adalah seorang free diver.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Menyaksikan Batavia, kota tersohor di Asia Tenggara kala itu lewat Virtual Reality

Merasakan sensasi terbang bersama seekor burung mendatangi kota penting dalam sejarah Nusantara.

Published

on

Rekonstruksi visual Batavia. (@wfm.nl / Rob Tuytel)

ZONAUTARA.com – Museum Westfries di Kota Hoorn, Belanda baru saja membuka pameran untuk memperingati 400 tahun sejak Batavia didirikan. Pameran itu berlangsung pada 30 Mei hingga 5 Januari 2020.

Diberi tajuk “Batavia 1627 VR”, para pekerja multimedia dalam pameran itu berhasil menghidupkan Kota Batavia dalam visualisasi virtual reality.

Pengunjung bisa merasakan sensasi terbang bersama seekor burung dan mendatangi Batavia, kota tersohor dan penting di Asia Tenggara pada masa itu.

Batavia menjadi kota penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Sewaktu Jan Pieterszoon Coen ditunjuk memegang jabatan Gubernur Jenderal VOC pada pertengahan tahun 1618, dia langsung mempersiapkan diri menguasai Jayakarta.

Jayakarta adalah salah satu bandar dagang paling sibuk di Kepulauan Nusantara kala itu. Coen melihat peluang Jayakarta bisa menjadi kota pesisir yang ramai karena lokasinya yang strategis.

Coen ingin memindahkan pusat kegiatan VOC ke Jayakarta yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Ini adalah kerajaan Sunda yang berpusat di Bogor dan eksis hingga tahun 1579.

Pada 30 Mei 1619, Coen berhasil mewujudkan keiginannya. Dengan mengerahkan ribuan pasukan VOC, kota pelabuhan milik Kesultanan Banten itu berhasil direbut. VOC menguasai Jayakarta.

Coen kemudian mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan VOC di Nusantara. Pengukuhan nama Batavia berlangsung pada 4 Maret 1621, sekaligus membentuk pemerintahannya.

Dari Batavia inilah kemudian VOC dan Belanda mengendalikan Nusantara hingga berabad-abad sesudahnya. Kota ini kemudian memberi pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara.

Banyak rekonstruksi kondisi Batavia kala itu melalui foto dan grafis. Namun “Batavia 1627 VR” dalam pameran yang digelar di kota kelahiran Coen itu, mampu membawa kita menikmati kondisi Batavia saat itu dalam tampilan 3D.

Cuplikan videonya dapat dilihat disini:

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com