Mengunjungi taman purbakala saksi sejarah orang Minahasa dari masa megalitikum

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Jika anda ke Sulawesi Utara, sempatkanlah mengunjungi Taman Purbakala Waruga Sawangan yang berada di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.

Hanya butuh waktu sekitar satu jam berkendara dari Manado, untuk menuju ke Sawangan. Angkutan umum juga tersedia. Pergilah ke Terminal Paal Dua, dan carilah trayek Airmadidi. Turun di Terminal Airmadidi, dan lanjutkan perjalanan dengan ojek.

Di tempat ini terdapat 144 kuburan tua orang Minahasa kuno yang disebut Waruga yang berbentuk peti-peti besi dari masa Megalitikum yang telah berusia sekitar 20 abad.

Dulunya Waruga ini tersebar di pemukiman penduduk. Namun sekitar abad ke-18, pemerintah Kolonial Belanda mengumpulkan Waruga itu di satu tempat. Pengumpulan itu dibarengi dengan larangan penguburan mayat di Waruga, dengan alasan dapat menyebarkan berbagai penyakit.

Sebagai kubur orang Minahasa kuno, Waruga terbuat dari batu berongga bersegi empat setinggi sekitar satu meter. Di dalam Waruga ditempatkan jasad orang mati dalam posisi duduk. Sebuah cungkup batu dibuat untuk menutupi Waruga.

Tutup Waruga yang tampak begitu berat itu konon dibawa dari tempat pembuatan dengan cara dijinjing atau dipanggul di atas kepala.

Dalam satu Waruga biasanya digunakan sebagai tempat menguburkan satu keluarga. Sehingga dalam satu Waruga bisa berisi sampai 12 jasad. Jumlah jasad dalam Waruga dapat dilihat dari jumlah garis myang tertoreh di cungkupnya.

Di Taman Purbakala Waruga Sawangan, letak Waruga diatur dengan rapih, dan terlihat bersih dan terawat. Beberapa pepohonan tua yang tumbuh di sekitar taman ini memperkuat suasana purba komplek wisata itu.

Saat memasuki komplek taman, di kiri kanan jalan menuju pintu masuk, terdapat mural yang menggambarkan pembuatan dan pemakaian Waruga sebagai batu kubur bagi orang Minahasa kuno.

Hampir semua Waruga terdapat ukuran yang menggambarkan status sosial atau pekerjaan orang yang dikubur semasa hidupnya. Beberapa cungkup bahkan terdapat ukiran yang menunjukkan dari mana jasad si mati berasal.

Misalnya, ukiran berbentuk orang menunjukkan bahwa jasad yang ada di Waruga itu merupakan seorang dotu atau pemimpin. Ukiran sapi bisa menceritakan bahwa si mati adalah seorang pemburu semasa hidupnya.

Di cungkup Waruga biasanya ada pula ukiran unik. Jari-jemari tangan perempuan dibuat mengepal, sedangkan jari-jemari tangan laki-laki dibuat dalam posisi saling mengunci.

Dari 144 Waruga di Taman Purbakala Sawangan, hanya 31 yang bisa diidentifikasi. Waruga tertua yang disimpan di Taman Purbakala ini konon dari tahun 800 Masehi.

Ada satu Waruga yang di taman purbakala ini yang terbuka bagian sampingnya, sehingga pengunjung bisa melihat bagian dalamnya.

Jika sudah puas melihat-lihat Waruga, jangan lupa sempatkan menuju ke meseum kecil yang ada di seberang tempat parkir. Di meseum ini terdapat benda-benda perbekalan yang sebelumnya diletakkan oleh keluarga di dalam Waruga.

Editor: Ronny Adolof Buol