Connect with us

PRESS REVIEW

Bawang putih masih impor, pemerintah target swasembada 2021

Beberapa wilayah Indonesia memiliki lahan yang cocok ditanami bawang putih, tapi hingga 2018 Indonesia masih impor bawang putih.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Hingga saat ini kebutuhan bawang putih di Indonesia masih dibantu impor. Padahal lahan di di beberapa wilayah ideal untuk ditanami salah komoditas pangan penting bagi masyarakat Indonesia ini.

Data Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat konsumsi bawang putih masyarakat pada 2016 mencapai 465,1 ribu ton sementara produksi hanya sekitar 21,15 ton sehinga terjadi defisit 443,95 ribu ton.
Pada 2017, konsumsi bawang putih diperkirakan mencapai 482,19 ribu ton sedangkan produksi hanya 20,46 ribu ton sehingga terjadi defisit 461,74 ribu ton.

Grafik di bawah ini menunjukkan kebutuhan bawang putih terus meningkat sementara produksi justru menyusut membuat defisit semakin melebar.

Untuk menutup defisit itu Kementan menargetkan akan swasembada bawang putih pada tahun 2021 nanti. Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan, bawang putih hingga akhir tahun ini ditargetkan bisa ditanam sekitar 10,6 ribu hektare (ha). Dan seluruh hasilnya akan dijadikan benih untuk musim tanam 2019 nanti seluas 40 ribu ha.

“Tahun 2020 kami akan tanam besar-besaran bawang putih hingga puncaknya 2021 nanti kita akan tutup kran impor secara signifikan,” kata Suwandi melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (17/12) kemarin sebagaimana dikutip dari fin.co.id.

Kementan menurutnya telah mampu membuat sentra-sentra baru penghasil bawang putih, seperti di Kabupaten Banyuwangi. Pada Maret 2018, ratusan hektaer lahan yang tidak produktif di lereng Gunung Ijen telah mampu panen bawang putih.

Selain Banyuwangi Kementan juga sudah melakukan pemetaan dan menyiapkan daerah-daerah yang cocok untuk pengembangan bawang putih di Indonesia.

Sentra tersebut yakni di Pulau Sumatera meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Benermeriah, Aceh Tenggara, Karo, Tapanuli Utara, Kerinci, Solok, Tanah Datar, Muara Enim, OKU Selatan, Pagaralam dan Lampung Barat.

Sementara di Pulau Jawa meliputi Kabupaten Bandung, Garut, Tegal, Majalengka, Magelang, Temanggug, Wonogiri, Banjarnegara, Magetan, Karanganyar, Mojokerto, Malang dan Batu. Pulau Sulawesi meliputi Minahasa Selatan, Bolmong, Sigi, Parimo, Poso, Banggai, Gowa, Sinjai, Enrekang dan Tator.

Nusa Tenggara meliputi Tabanan, Bangli, Buleleng, Karangasem, Lombok Timur, Bima, Belu, TTS, TTU, Kupang dan Ende. Wilayah Maluku dan Papua meliputi Pulau Buru, Maluku Tengah, Rajaampat, Manokwari, Lanijay, Jayawijaya dan Paniai.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PRESS REVIEW

Komunikasi di Jayapura masih terganggu

Akses internet terputus, telepon dan sms alami gangguan.

Bagikan !

Published

on

Asap mengepul sewaktu unjuk rasa di Jayapura, Kamis (29/8/2019). / Foto: Pegawai OJK - Istimewa

ZONAUTARA.com – Komunikasi di Jayapura baik melalui percakapan telepon, sms maupun lewat aplikasi chat masih terganggu hingga Jumat (30/8/2019). Gangguan juga terjadi untuk akses data internet.

Vence, pendeta yang melayani jemaat di Gereja Baptis Kemkey Abepura menjelaskan kepada Zonautara.com, bahwa mereka mengalami kesulitan melakukan komunikasi.

“Hanya bisa sms, telepon juga masih sulit dengan kualitas suara yang buruk,” tulis Vence lewat SMS.

Menurutnya, sejak kabar akan ada demonstrasi besar-besaran, akses internet di Abepura dan wilayah-wilayah di Jayapura lumpuh. Mereka hanya mengandalkan komunikasi lewat SMS.

Jayapura dilanda gelombang unjuk rasa besar pada Kamis (29/8/2019). Ribuan massa bergerak sepanjang kota Jayapura. Berbagai media melaporkan terjadi kerusakan fasilitas umum dan beberapa bangunan yang terbakar.

Sebelumnya pada minggu lalu, Jayapura juga dilanda demonstrasi, jalur komunikasi juga diputus.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui memang terjadi gangguan layanan seluler di Jayapura dan sekitarnya. Menkoinfo Rudiantara menyebutkan gangguan tersebut dikarenakan ada yang memotong kabel utama jaringan optik telekomunikasi.

“Yang terjadi di Jayapura, karena ada yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel yang mengakibatkan matinya seluruh jenis layanan seluler di banyak lokasi di Jayapura,” kata Rudiantara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis malam.

Rudiantara menegaskan bahwa gangguan telekomunikasi yang terjadi di Jayapura dan sekitarnya, bukanlah karena kebijakan pemerintah. Sebab kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan layanan data.

“Kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan atas layanan data (tidak ada kebijakan black out) sementara layanan suara (menelepon/ditelepon) serta SMS (mengirim/menerima) tetap difungsikan,” ujar Rudiantara.

Saat ini, kata Rudiantara, pihak Telkomsel sedang berusaha memulihkan jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut dengan berbagai cara baik perbaikan atau pengalihan lalu lintas (traffic) komunikasi.

“Telkomsel saat ini sedang berusaha untuk memperbaiki kabel yang diputus atau melakukan pengalihan trafik agar layanan suara dan SMS bisa segera difungsikan kembali,” ucapnya.

Rudiantara juga menyatakan pihak pemerintah telah berkoordinasi dengan POLRI serta TNI untuk membantu pengamanan perbaikan terutama di ruang terbuka.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com