Connect with us

ZONA DAERAH

Eman rombak kabinet, ini pejabat yang di-rolling

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman kembali merombak kabinetnya di awal tahun 2019. Sejumlah pejabat pun di-rolling alias bertukar tempat.

Melalui Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan, Eman melantik jajarannya tersebut dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas,
yang digelar di rumah dinas wali kota, Kamis (3/1/2019).

Sompotan saat membacakan sambutan  wali kota mengatakan, pelantikan tersebut merupakan implementasi dari upaya menata pemerintahan di Kota Tomohon. Menurut dia, pejabat yang dilantik tersebut telah melalui seleksi dan pertimbangan yang matang oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT) Kota Tomohon baik dari segi kualitas, kepangkatan dan kelayakan.

“Dalam melaksanakan tugas, saudara-saudara akan diperhatikan dengan berbagai kompleksitas permasalahan baik di bidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Tetapi saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh saudara-saudara, setiap permasalahan tersebut dapat dicarikan solusinya,” ujarnya.

Dia berharap, memasuki tahun 2019 ini, semua jajaran Pemerintah Kota (Pemkot)  Tomohon dapat meningkatkan kinerja untuk meraih prestasi-prestasi dan mensejahterakan masyarakat dan memajukan Kota Tomohon.

Berikut ini pejabat yang dilantik:

– Ronni Lumowa sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
– Vonny Pontoh sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi dan SDM
– Mariam Rau sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip
– Steven Waworuntu sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan
– Hengky Supit sebagai Kepala Dinas Perhubungan
– Theodorus Paat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan
– Jusak Pandeirot sebagai Kepada Dinas Komunikasi dan Informatika
– Ventje Karundeng sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
– Gerardus Mogi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon
– Daniel Pontonuwu sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
– dr Jerry Bororing sebagai Direktur RSUD Anugerah
– Ronald Kalesaran sebagai Camat Tomohon Selatan
– Edvin Joseph sebagai Camat Tomohon Tengah
– Sjerly Bororing sebagai Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama, Ivonne Palit sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
– Harny Korompis sebagai Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan
– John Kapoh sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol
– Fredly Parengkuan sebagai Kepala Bagian Perlengkapan

Editor: Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kejari Tomohon ‘sumbang’ Rp700 juta ke kas negara

Published

on

Kasi Pidsus Kejari Tomohon Arthur Piri saat mengeksekusi uang denda dari salah satu terpidana korupsi. (Foto: Kejari Tomohon)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Penegakan hukum terhadap perbuatan tindak pidana korupsi gencar dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon. Tak sedikit kasus rasuah tersebut yang kini telah selesai diusut oleh korps Adyhaksa ini dan memiliki kekuatan tetap.

Bahkan, selang Januari hingga Juli 2019, korps yang dipimpin Edy Winarko ini pun telah berhasil melakukan eksekusi terhadap uang denda dari para terpidana yang perkaranya telah memiliki kekuatan hukum tetap alias incracht.

Totalnya pun tak tanggung-tanggung. Ada sebanyak Rp700 juta yang telah dieksekusi dari para terpidana. Uang denda tersebut telah disetor ke kas negara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

“Kejaksaan Negeri Tomohon selama Januari sampai dengan Juli 2019 telah melaksanakan eksekusi uang denda terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan total sebesar Rp700 juta, yang diterima dari keluarga terpidana,” ujar Piri, Senin (8/7/2019).

Menurut dia, para terpidana yang telah membayar uang denda tersebut pun telah terbebas dari hukuman tambahan sebagaimana putusan akhir dari Majelis Hakim.

Pihaknya pun mengapresiasi para terpidana yang telah menaati putusan pengadilan dengan membayar denda sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan.

“Kami berharap, para terpidana korupsi lainnya juga bisa menaati putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya.

Diketahui, eksekusi uang denda ini pun menjadii prestasi bagi Kejari Tomohon. Pasalnya, Kejari Tomohon telah menjadi penyumbang bagi keuangan negara, karena uang denda tersebut menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Berikuti daftar eksekusi uang denda oleh Kejari Tomohon :

  1. Kamis, 10 Januari 2019, dari terpidana Ricky Pontoh, Rp50.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 114 K/Pid.Sus/2014 tanggal 10 Juli 2014.
  2. Kamis, 10 Januari 2019, dari terpidana Sumardikun, Rp50.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 288 K/Pid.Sus/2014 tanggal 6 Oktober 2014.
  3. Rabu, 29 Mei 2019, dari terpidana Piet Hein Wongkar, Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.
  4. Rabu, 26 Juni 2019, dari terpidana Ferry Welly Muaja, jumlah Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.
  5. Senin, 1 Juli 2019, dari terpidana Altje Lumi, jumlah Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com