Connect with us

Foto

FOTO: Evakuasi buaya yang memangsa pengasuhnya

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara harus menyita seekor buaya dari pemiliknya di Tanawangko, Minahasa, Senin (14/1/2019). Reptil raksasa ini sebelumnya telah melukai pengasuhnya hingga tewas.

Foto-foto: Ronny Adolof Buol

zonautara.com
RAKSASA | Buaya yang sudah dipelihara selama belasan tahun itu memiliki panjang 4,4 meter dan lebar punggung 90 centimeter.
zonautara.com
BERSIAP | Petugas penyelamat satwa dari PPS Tasikoki sedang menyiapkan peralatan evekuasi.
zonautara.com
IKAT | Petugas penyelamat terlebih dulu mengikat muluit buaya agar tidak mengancam keselamatan.
zonautara.com
MELAWAN | Reptil raksasa ini mencoba melawan saat hendak ditaklukan oleh petugas penyelamat.
zonautara.com
TAKLUK | Butuh waktu beberapa jam, sampai buaya ini takluk dan aman untuk dievakuasi.
zonautara.com
RAMAI | Warga berkerumun menyaksikan evakuasi buaya yang menghebohkan itu.
zonautara.com
BANTU | Petugas penyelamat harus dibantu puluhan warga dan aparat TNI serta kepolisian.
zonautara.com
ANGKUT | Buaya dengan panjang 4,4 meter itu berhasil diangkut ke atas mobil dan dibawa ke lokasi konservasi.

Foto

FOTO: Merintis kopi organik dari Bobungayon

Terletak di daratan tinggi, salah satu sentra perkebunan kopi di Sulut.

Published

on

ZONAUTARA.com – Asni mokoginta memimpin 25 anggota kelompok taninya mengupayakan produksi kopi organik di Desa Bilalang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu. Perkebunan kopi mereka berada di Bobungayon, salah sentra penghasil kopi di Sulawesi Utara.

Zonautara.com, sempat menyambangi perkebunan ini dengan menempuh perjalanan menggunakan jeep khusus. Berikut beberapa foto dari sana:

Masing-masing anggota memiliki lahan dengan luas kurang lebih satu hektar. (Foto: Ronny A. Buol)
Pestisida dan bubuk kimia dihindari sama sekali di perkebunan kopi organik ini. (Foto: Ronny A. Buol)
Mengenalkan metode organik adalah tantangan bagi kelompok ini, sebab pertumbuhan tanaman kopi tak secepat dengan perlakuan pupuk kimia. (Foto: Ronny A. Buol)
Letak perkebunan Bobungayon berada di daratan tinggi berhawa sejuk. Wilayah ini juga menjadi perkebunan orang Bilalang. (Foto: Ronny A. Buol)
Untuk mengangkut hasil panen kopi, petani menggunakan mobil jeep khusus karena medan jalan yang cukup berat. (Foto: Ronny A. Buol)
Ketua Kelompok Tani Bobungayon, Asni Mokoginta secara rutin menyambangi kebun kopi anggota kelompoknya. (Foto: Ronny A. Buol)
Pasar dan permintaan terhadap kopi organik diakui oleh kelompok ini masih rendah. Pemerintah daerah harus campur tangan mensosialisasi. (Foto: Ronny A. Buol)
Kelompok tani Bobungayon telah mengantongi sertifikat pertanian organik dari Indonesian Organic Farming Certification. (Foto: Ronny A. Buol)
Salah satu kendala kelompok tani ini adalah peralatan produksi hasil akhir biji kopi masih sangat sederhana. Perlu bantuan untuk mengembangkannya. (Foto: Ronny A. Buol)
Hasil pertanian kopi organik dari Bilalang ini dipasarkan dalam bentuk green bean dan bubuk. Harganya masih relatif murah. (Foto: Ronny A. Buol)

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com