SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, membutuhkan dana Rp12,12 triliun untuk masa rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana 28 September 2018.

Jumlah itu tertuang dalam draft dokumen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kabupaten Sigi yang dibuat Pemerintah Kabupaten Sigi, Jumat 11 Januari 2019.

Kebutuhan anggaran itu berdasarkan perhitungan lima sektor terdampak bencana. Yakni sektor permukiman Rp608,564 miliar, sektor infrastruktur sebesar Rp 6,154 triliun, sektor sosial sebesar Rp2,362 triliun.

Selain itu, sektor ekonomi membutuhkan anggaran sebesar Rp2,54 triliun dan lintas sektor sebesar Rp449,121 miliar.

Menurut Sapto, kebutuhan anggaran itu tidak bisa dipenuhi sepenuhnya oleh Pemkab Sigi. Sebab kemampuan Pemkab Sigi hanya bisa membiayai Rp109 miliar dari APBD 2019 dan 2020.

Selebihnya, Pemkab Sigi memproyeksikan pembiayaan dana tersebut berasal dari Provinsi Sulteng Rp13,35 miliar, pemerintah pusat Rp10,69 triliun, masyarakat Rp519,9 miliar, dana usaha Rp6,4 miliar dan hibah Rp 773,4 miliar.

Kepala Bappeda Sigi, Sutopo Sapto Chondro, mengatakan, kebutuhan anggaran itu masih difinalkan bersama seluruh lembaga swadaya yang saat ini bergerak untuk pemulihan pascabencana untuk Sigi.

“Jadi kami sudah coba untuk merancang organ besarnya dan nantinya akan dibagi dalam kluster-kluster sosial budaya, ekonomi maupun infrastruktur,” kata Sutopo, Jumat 11 Januari 2019.

Konsultan Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jikupasna) Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP), Fery Rangi, mengatakan, hal yang paling utama selain pembangunan hunian adalah perbaikan irigasi Gumbasa.

“Ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan. Apalagi Sigi merupakan pemasok hasil pangan ke daerah lain seperti kota Palu,” kata Fery.[]

Reporter dan Foto : Pataruddin
Editor: Ika Ningtyas




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com