Connect with us

KABAR DARI PALU

Sikola Pomore, menemani para bocah agar kembali ceria

Published

on

zonautara.com

PALU – Di Lapangan Gor Koni Madani, Yaumil Masri, membagikan beberapa buku untuk anak-anak pengungsi. Ia lalu mengajak mereka mewarnai pola gambar yang tertera, dengan krayon dan pensil warna.

Ajakan Yaumil disambut antusias oleh para bocah. Mereka segera larut dengan aktivitasnya, membubuhkan aneka warna. Terakhir, pemuda 32 tahun itu membagikan wafer coklat sebagai bonus sore itu.

Aktivitas di Gor Koni Madani, adalah salah satu bagian dari aktivitas Sikola Pomore —sekolah alternatif yang didirikan oleh Yaumil pada 2015. Sikola Pomore berkonsep sekolah alam untuk anak-anak di Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

Namun, bencana di Sulawesi Tengah yang melanda 28 September, membuat Sikola Pomore harus lebih sering turun ke tenda-tenda pengungsian. Awalnya, dia bersama relawan lain turut mendistribusikan logistik dan kebutuhan pokok lainnya.

Saat ke posko-posko darurat itu, Yaumil prihatin dengan kondisi anak-anak. Raut mereka menampakkan kecemasan dan ketakutan.

“Ekspresi mereka itu sangat datar, tidak tahu mau bikin apa. Itu membuat saya merasa harus berbuat sesuatu,” ungkapnya.

Dari pengalaman itulah, Yaumil menginisiasi rangkaian psikoedukasi hingga membuat lapak baca di posko pengungsian. Psikoedukasi bermakna pemulihan psikis anak-anak yang berbasis kegiatan edukasi.

Beberapa kegiatannya antara lain dengan mengajak anak-anak bermain sepuasnya serta membagikan peralatan belajar kepada mereka.

“Ini semacam trauma healing begitu agar anak-anak kembali ceria,” kata pria asal Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala itu.

Saat ini, baru tiga lapak baca yang ia bangun. Yakni di Desa Wisolo Kecamatan Dolo Selatan yang menjangkau 125 anak, di posko Gor Koni Madani untuk 124 anak dan di hunian sementara Wani, Donggala.

Dalam sebulan, Sikola Pomore mengadakan delapan kali pertemuan di tiga lapak baca itu yakni setiap Sabtu dan Minggu.

Agar lapak baca tersebut tetap berjalan rutin, Yaumil bekerja sama dengan melibatkan warga di setiap posko pengungsian. Sehingga, warga pun merasa ikut memiliki lapak baca dan kegiatan bersama anak-anak.
“Jadi tanpa saya hadir pun, kegiatan lapak baca tetap berjalan,” katanya.

Guru les bahasa Inggris ini merasa beruntung. Sebab mendapat bantuan dari beberapa komunitas berupa kebutuhan belajar dan bermain anak, termasuk buku. Selain milik Yaumil sendiri, ia mendapatkan banyak donasi buku dari kawan-kawannya di Jakarta hingga Manokwari.

Yaumil menargetkan bisa membangun 40 lapak baca selama setahun yang tersebar di pengungsian di Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Tak hanya bermain dan belajar, Yaumil dibantu beberapa kawannya yang ahli di bidang kesehatan, juga mengadakan penyuluhan kesehatan anak khususnya kebersihan gigi dan kuku.

Ia berharap program tersebut tetap dapat mengembalikan hak anak untuk bermain, usai dilanda bencana.

“Semoga bisa mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak agar nantinya mereka menjadi generasi yang cerdas,” katanya optimis.[]

Reporter: Muhammad Faiz
Editor: Ika Ningtyas

Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: bangkitlahsulteng@gmail.com.


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KABAR DARI PALU

Jalan panjang, mendapatkan santunan duka

Published

on

PALU – Santunan duka untuk korban bencana secepatnya akan dicairkan. Namun sebelum mengarah kesana, pemerintah ingin memastikan, calon penerima adalah ahli waris yang sebenarnya. Karena itu, pemerintah kota akan melakukan verifikasi kembali untuk mendapatkan data ahli waris yang akurat.

Banyak tahapan yang harus dipenuhi calon penerima sebelum dana santunan duka itu diserahkan. Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan dalam rapat percepatan penyaluran, Rabu 6 Februari 2019 di Kantor Wali Kota Palu, menjelaskan, selain syarat administrasi calon penerima, pemerintah harus terlebih dahulu menyusun struktur kelembagaannya.

Antara lain:
Pembentukan tim verifikasi dan validasi sebanyak 45 orang. Tim terdiri dari dinas sosial, dinas catatan sipil, Tagana, tenaga pelopor Babinsa (TNI) serta Bhabinkamtibmas (Polri).


Kemudian penyiapan formulir pendataan verifikasi dan validasi korban bencana. Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan lurah setempat untuk memastikan korban meninggal dan yang hilang.

Arfan menyebutkn, untuk memastikan korban telah meninggal dunia harus mengantongi bukti berupa surat pernyataan dari keluarga atau pemerintah setempat.

Setelah itu, harus dipastikan pula bahwa korban telah dimakamkan dalam pemakaman massal melalui koordinasi kepolisian setempat. Berikutnya, menetapkan SK Tim verifikasi dan validasi korban.

Kemudian pemerinyah (masih dibahas apakah, Pemprov, Pemkot atau Pemkab) akan membuat surat kepada Kepala BNPB untuk pelibatan Danrem dan Kapolda dalam proses verifikasi dan validasi.

Setelah itu baru melaksanakan verifikasi. Jangka waktunya selama lima hari.

Usai verifikasi, lalu membuat berita acara serah terima hasil verifikasi dan validasi korban, antara dinas sosial tingkat provinsi dan Kabupaten/kota dan Kemensos sebagai dasar penetapan SK bupati/wali kota.

Selesai di tingkat ini, berikutnya adalah mengusulkan dana santunan ahli waris kepada Kepala BNPB dan Menteri Keuangan.

Arfan menjelaskan, Surat keterangan (SK) ahli waris menjadi salah satu syarat penting bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana untuk memperoleh dana santunan duka dari pemerintah.

Untuk mendapat SK ahli waris, keluarga korban bisa segera melakukan konfirmasi ke kantor kelurahan sesuai alamat masing-masing. Kesempatan ini akan kembali dibuka sebagai upaya validasi dan verifikasi kebenaran data keluarga korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana.

Menurut Arfan, data korban jiwa, meninggal dan hilang yang telah ditetapkan sebelumnya, akan dikembalikan kepada pemerintah kelurahan masing-masing untuk kepentingan verifikasi ulang. ”Kalau perlu ditempel di kantor masing masing-masing. Lalu verifikasi lagi siapa yang meninggal dan siapa yang hilang,” jelas Arfan.

Bila perlu katanya, pejabat lurah bisa mengundang kembali warga yang telah melaporkan keluarganya yang meninggal. Ini dimaksudkan, untuk memastikan kelengkapan persyaratan dalam memperoleh dana santunan tersebut.

“Pastikan ada keterangan kematian. Keterangan ahli waris dan status hubungan darah dengan korban yang dilaporkan meninggal,” sebutnya.

Jika warga belum memiliki keterangan ahli waris. Maka warga bersangkutan bisa memohon kepada pemerintah kelurahan. Proses penerbitan keterangan ahli waris akan dikeluarkan oleh lurah dan disaksikan camat.

Syarat Ahli Waris antara lain:

-Surat keterangan ahli waris 
-kartu tanda penduduk 
-kartu keluarga 
-surat keterangan kematian 
-KTP dan KK korban yang meninggal
-Surat keterangan dari pemerintah setempat tentang korban 
-Nomor rekening Bank Mandiri

Di forum ini juga masih dibahas apakah, rekening bank mandiri dibuat secara kolekktif atau diserahkan pada masing-masing ahli waris.


Bagi ahli waris yang anggota keluarganya hilang dan belum ditemukan tetap akan mendapat santunan duka sesuai ketentuan.

Berkaitan dengan proses verifikasi dan validasi, Pemkot menekankan pejabat lurah harus benar benar cermat dalam mengeluarkan keterangan ahli waris tersebut.

“Jangan sampai nanti ini menimbulkan masalah,” pungkasnya.

Penulis: Hamdi
Foto: Dok SAR
Editor: Yardin Hasan

Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: bangkitlahsulteng@gmail.com.


Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com