Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Sosial Kemasyarakatan

Dewan Pers verifikasi AMSI Sulut

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Perlahan namun pasti Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kian berproses menjadi konstituen Dewan Pers. Itu ditandai dengan dilakukannya verifikasi AMSI yang ada di daerah-daerah.

Setelah AMSI Jawa Timur, AMSI Sumatera Utara dan AMSI Sulawesi Selatan, kini giliran AMSI Sulawesi Utara menjadi AMSI wilayah keempat yang dilakukan verifikasi oleh Dewan Pers, Kamis (21/2/2019).

AMSI Sulut yang dipimpin Agustinus Hari (Ketua) dan Supardi Bado (Sekretaris) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 14 Oktober 2018 sebagai wilayah kedua berdiri sejak AMSI Nasional melaksanakan Kongres 1 di Jakarta pada 2017.

Verifikasi Dewan Pers di Sekretariat AMSI Sulut dipimpin Hendry Ch Bangun dan Chelsia Tan (staf ahli Dewan Pers) dan diterima para pengurus dan pemimpin media online yang tergabung dalam AMSI Sulut.

Hendry saat itu menekankan agar media siber di bawah AMSI dapat memenuhi berbagai persyaratan yang menjadi konsen Dewan Pers.

“Utamanya terkait konten yang berkualitas dan pengelolaan perusahaan pers secara profesional. Termasuk yang penting adalah badan hukum yang benar-benar hanya mengelolah media siber dan tidak campur aduk dengan aktivitas lain sehingga bisa menjaga independensi media,” ujarnya.

Dewan Pers juga meminta daftar keanggotaan media siber yang bernaung di bawah AMSI Sulut, dokumen legal perusahaan pers dan bukti terbit.

Terkait organisasi AMSI, juga ditanyakan kegiatan dan program kerja yang telah dilakukan AMSI setahun terakhir.

“Kelihatannya untuk verifikasi organisasi tidak masalah. Tinggal keanggotan yakni media-media yang tergabung dalam AMSI Sulut yang harus diperbaiki item-item yang sesuai syarat Dewan Pers. Seperti slip gaji, gaji sesuai UMP, kode perilaku perusahan dan lain-lain,” kata Hendry yang diamini Chelsie.

Pengurus AMSI Sulut menyampaikan terima kasih atas kedatangan Dewan Pers yang telah datang memverifikasi.

“Puji syukur, verifikasi AMSI Sulut oleh Dewan Pers berjalan lancar. Ini membuktikan AMSI sangat siap untuk menjadi konstituen Dewan Pers dan membantu mewujudkan masyarakat pers, khususnya media siber yang berkualitas dan bertanggung jawab bagi publik,” kata Ketua AMSI Sulut, Agustinus Hari.

Adapun media anggota AMSI Sulut saat ini yakni TribunManado.co.id, Barta1.com, SatuBMR.com, PortaMongondow.com. Kemudian KabarManado.com, KabarPost.com, BeritaManado.com, Manadosiana.com, BeritaKawanua.com, ZonaUtara.com, MediaTotabuanOnline.com, KronikTotabuan.com dan PublikReport.com.

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sosial Kemasyarakatan

Uniknya Bastion Benteng Maas yang berbentuk oktagon

Published

on

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

Riset para peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara menemukan bentuk bastion Benteng Maas yang tidak lazim.

Reruntuhan bastion di tepi pantai utara Provinsi Gorontalo ini menunjukkan bentuk segi delapan atau oktagon.

Bastion ini satu-satunya dari 4 bastion yang masih utuh meskipun mengalami kerusakan akibat dimakan usia.

“Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang pada umumnya terletak di tiap sudut benteng,” kata Irna Saptaningrum, ketua tim peneliti Benteng Maas Kamis (2/5/2019).

Irna menjelaskan fungsi bastion ini sebagai tempat pengintaian atau pengawasan, biasanya ada lubang bidik yang jumlahnya sesuai kebutuhan pada masanya.

Sebagai alat pertahanan militer, bastion digunakan untuk pemantauan pantai atau laut, sungai, jalan atau akses darat.

Di Benteng Maas, bastion yang tersisa adalah yang paling besar untuk mengawasi bagian laut yang juga terdapat muara sungai.

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

“Bentuk bastion yang oktagonal atau segi delapan ini tidak lazim untuk benteng Belanda karena biasanya berbentuk mata panah,” kata M Chawari, anggota tim penelitian yang berasal dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Temuan para arkeolog ini menarik karena dalam catatan sejarah Gorontalo paling lama dijajah oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan Pemerintah Hindia Belanda.

Temuan bentuk oktagon bastion ini semakin memperkaya khazanah dan nilai benteng-benteng masa Islam dan kolonial di Gorontalo.

Anggota tim penelitian lain, Agus Hascaryo, pakar geo-arkeologi memastikan bahan baku penyusun bastion adalah batu karang, andesit, granodiorit, tuva dan breksi yang sumbernya banyak terdapat di sekitar benteng.

“Secara umum riset yang kami lakukan adalah untuk mencari bentuk arsitektur, sekarang sedang mencari puzzle, bagian-bagian yang harus dirangkai untuk membentuk kesatuan utuh,” ujar Wuri Handoko, Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Utara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending