Connect with us

Lingkungan dan Konservasi

Kurangi sampah plastik, Pemuda GMIM canangkan penggunaan tumbler

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comUpaya mengurangi penggunaan plastik pun kini dilakukan oleh Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Di mana, dalam ibadah Penjabaran Program Tahun 2019 di GMIM Betlehem Popareng, Sabtu (23/2/2019), Pemuda GMIM mencanangkan penggunaan tumbler atau botol air minum, dalam setiap kegiatan Pemuda GMIM.

Ketua Pemuda Pemuda Sinode GMIM Pnt dr Pricillia Tangel mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen Pemuda GMIM menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Kami mencanangkan penggunaan tumbler dalam setiap kegiatan Pemuda GMIM mulai dari aras sinodal, wilayah sampai jemaat,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh Pemuda GMIM untuk lebih mencintai lingkungan yang salah satunya melalui pengurangan penggunaan air minum kemasan.

“Kita sebagai pemuda harus menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Lingkungan dan Konservasi

Bangkai duyung terdampar, warga Bahoi langsung kuburkan

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Warga desa Bahoi, Kecamatan Barat, Kabupaten Minahasa Utara dikejutkan dengan terdamparnya seekor duyung, Jumat (29/3).

“Saat terdampaar, duyung itu sudah mati. Berjenis kelamin jantan,” ujar pemantau duyung di Desa Bahoi, Dolfiance Lahading.

Pertama kali bangkai duyung itu ditemukan oleh warga desa, Freki Lahamandu.

Setelah mengevakuasi bangkai duyung, warga Bahoi kemudian menguburkan bangkai mamalia laut itu.

“Sudah dikuburkan, ada beberapa pihak juga yang mendampingi tadi,” jelas Opie.

Pesisir pantai Bahoi di Minahsa Utara menjadi area perlintasan dan habitat duyung.

Area di Minahasa Utara banyak memiliki potensi kelautan dan perikanan, termasuk jenis-jenis yang dilindungi seperti duyung.

Beberapa lembaga lingkungan dan konservasi bekerja di area ini untuk memberikan pendidikan lingkungan dan pemahaman pentingnya upaya pelestarian jenis-jenis dilindungi.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan seperti terkena jerat, tabrakan dengan kapal di tubuh duyung tadi. Mungkin itu mati secara alami karena persaingan dengan jantan lain,” jelas oppi.

Editor: Ronny Buol


Continue Reading
Advertisement

Trending