Connect with us

PRESS REVIEW

Mahasiswa bolos di Tiongkok dipanggil masuk kelas lewat teknologi kecerdasan buatan

Published

on

ZONAUTARA.com – Tiongkok sedang gencar-gencarnya mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam berbagai sektor, termasuk di perguruan tinggi.

Sebuah universitas di Hangzhou, ibukota provinsi Zhejiang telah meluncurkan sistem pencatat kehadiran mahasiswa yang dikendalikan oleh AI.

Sistem ini akan mengenali mahasiswa yang terlambat masuk kelas atau membolos, dengan mengirimkan notifikasi secara otomatis melalui ponsel mereka, begitu wajah para mahasiswa dikenali oleh kamera pengawas.

“Hello, this is little AI, an intelligent voice assistant from the counsellors of Hangzhou Dianzi University. I notice you were absent from class today.” Kalimat seperti itulah yang akan masuk di handphone mahasiswa yang terlambat atau tidak masuk kelas.

Lebih dari setengah program studi di Universitas Dianzi, Hangzhou telah mengadopsi sistem pengingat kehadiran ini. Hu Haibin, wakil direktur universitas itu mengakui bahwa sistem ini telah memberi dampak yang sangat signifikan.

“Sebelumnya pengajar memerlukan waktu setidaknya tujuh hingga delapan menit untuk memanggil mahasiswa masuk ke kelasnya. Tapi sekarang hanya butuh 15 detik saja, ujar Hu Haibin kepada Beijing Youth Daily.

Menurut Hu, pelacakan siswa yang bolos hanyalah bagian dari tujuan utama sistem ini, yakni menemukan alasan yang tepat mengapa para mahasiswa itu terlambat atau bolos.

Para staf universitas menurut Hu akan mempelajari database yang dikumpulkan sistem AI, dan menindaklanjuti tindakan yang perlu diambil.

Tiongkok berambisi menjadi pemimpin dalam implementasi teknologi AI dan menargetkan menciptakan industri AI senilai 1 triliun yuan atau US$147 miliar).

Sejak 2014, Tiongkok telah memimpin dunia dalam hal pengajuan hak paten di AI, dan mengalahkan Amerika Serikat.

Sumber: South China Morning Post

EDITOR'S PICK

[FLASH] Rontoknya penumpang pesawat

Jumlah keberangkatan sejak H-7 hingga Kamis (6/6/2019) anjlok 27,23 persen.

Published

on

zonautara.com

Fakta dalam berita:

  • Berbagai data dirilis soal turunnya penumpang pesawat sejak H-7 Lebaran 2019 dibanding periode tahun sebelumnya.
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui turunnya penumpang pesawat pada mudik 2019 karena mahalnya harga tiket.
  • Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah keberangkatan penumpang sejak H-7 hingga Kamis (6/6) sebanyak 1.72 juta penumpang.
  • Angka itu turun 27,23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 2,36 juta penumpang.
  • Selain karena tiket mahal, banyak pemudik sudah beralih menggunakan transportasi darat.
  • Tol Trans Jawa memberi kontribusi besar beralihnya pemudik dari transportasi udara ke darat pada akumulasi penumpang pesawat di Jawa.
  • Di Bandara Juanda Surabaya penumpang turun 23%, di Bandara Minangkabau Sumatera Barat turun 27,1%. Sementara di Bandara Sam Ratulangi Manado turun sebesar 28 persen.

Link berita:

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com