Connect with us

Serba Serbi

Anak muda cobalah merantau untuk tingkatkan kualitas diri

Published

on

zonautara.com

Merantau memang merupakan hal yang tidak enak didengar. Kita dituntut untuk jauh dari orang tua, makan seadanya, tidur seperlunya, harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya, dan sampai bahasa yang baru. Semua hal tersebut harus dihadapi oleh anak rantau.

Meskipun terdengar berat, tapi dengan hidup merantau seorang anak muda akan punya kualitas diri yang teruji dan berbeda tentunya.

Berikut ini 7 kualitas diri yang kamu dapatkan saat pergi merantau :

1. Menjadi Pribadi Yang Mandiri

Foto: pexels.com


Hal ini tentu akan membuat kita sulit awalnya, yang biasanya segala urusan sehari-hari di rumah mulai dari sarapan, ngurus baju kotor, sampai setrika baju sudah ada orang tua yang mengurus. Berbeda dengan saat kita merantau, dituntut sebuah kemandirian untuk mengurus semua hal.

Walaupun terlihat sebagai hal kecil tapi sebenarnya proses awal kita untuk menjadi mandiri adalah dengan belajar mengurus dulu hal-hal seperti ini saat sudah di perantauan nanti.

2. Belajar Bertanggung Jawab


Foto: pexels.com


Ini suatu hal yang harusnya kita dapatkan ketika merantau. Belajar bertanggung jawab disini adalah memastikan bahwa segala hal yang kita lakukan dan kerjakan saat di perantauan nanti mau tidak mau kita harus berani tanggung jawab.

Mulai dari pergaulan kita, saat di tempat kerja ataupun saat kita mengejar ilmu di perantauan. Hal-hal seperti ini yang mendorong kita seharusnya berani bertanggung jawab demi memberikan yang terbaik, agar ketika kita kembali ke kampung halaman nanti, kita menjadi berbeda dan seperti yang orang tua harapkan.

3. Pintar Mengelola Keuangan


Foto: pexels.com

Tidak enak bukan kalau habis uang di negeri orang? Mau minta sama orang tua pasti merasa malu atau, mau pinjam sama teman gak enak juga karena dia pun lagi kekurangan.

Awalnya mungkin akan merasa sulit dalam mengelola keuangan, tapi ketika kita sudah terbiasa dan mengerti dengan keadaan, kita akan bisa mengatur sendiri keuangan kita.

4. Mampu Bergaul Dengan Orang Baru


Foto: pexels.com

Menjadi anak rantau adalah hal yang paling asik sebenarnya karena bertemu dengan orang-orang baru. Kesempatan kita 1000% lebih besar dari pada orang-orang yang hanya tinggal di kota mereka sendiri.

Merantau menuntut kita harus mampu bergaul dengan orang asli daerah, kota ataupun negara yang kita datangi. Tak hanya itu kita pun kadang dituntut belajar bahasa mereka, budaya, kuliner dan lain sebagainya.

Terkadang juga kita bisa bertemu dengan orang sesama anak rantau tapi dari asal yang berbeda. Jadi, jangan heran lagi ketika banyak anak rantau yang pulang kampung mereka terlihat lebih keren dan pintar, karena pergaulan salah satu kuncinya.

5. Punya Daya Juang Yang Tinggi


Foto: pexels.com

Coba bayangkan kita sudah jauh-jauh dari kota kecil untuk pergi ke kota-kota besar dengan tujuan ingin mengubah nasib, masa mau secepat itu menyerah hanya karena alasan jauh dari orang tua, sakit sedikit mengeluh, capek sedikit mengeluh, apalagi takut jika dimarahin bos.

Ingat kisah Merry Riana? Coba saja kalau saat itu Merry Riana menyerah dengan mimpinya dan kembali ke Indonesia dengan tangan kosong dan rasa putus asa, pasti tidak ada orang yang dikenal dengan tagline Mimpi Sejuta Dollar.

Tekad dan semangatnya yang ingin merubah nasib menjadikan mereka orang-orang muda yang punya daya juang tinggi.

6. Belajar Bersyukur


Foto: pexels.com

Jauh dari keluarga dan orang-orang yang kamu sayang seharusnya mampu membuat kamu jadi pribadi yang selalu belajar bersyukur. Bersyukur kalau kamu masih punya keluarga yang kamu rindukan tiap hari karena ingin ketemu. Dan lebih istimewa dari itu adalah bersyukur karena selama di perantauan kamu berada di sekeliling orang-orang bahkan serasa seperti keluarga sendiri.

Pokoknya kamu akan jadi pribadi yang positif karena bersyukur membuat kamu akan punya energi berbeda, dan mampu menghargai orang-orang sekitar kamu.

7. Berpikiran Terbuka


Foto: pexels.com

Dengan bertemu orang-orang baru biasanya seseorang akan lebih memiliki pemikiran yang terbuka. Mengapa bisa begitu? Karena kita diperhadapkan dengan berbagai macam orang yang punya latar belakang berbeda-beda, baik secara status sosial, pekerjaan, usia, ras dan lain sebagainya.

Pribadi seperti ini beranggapan bahwa semua orang punya hak dan kebebasannya masing-masing, ia tidak memiliki alasan apapun untuk membenci dan menghindari mereka. Karena perbedaan bukan untuk diperdebatkan tapi diterima apa adanya.

Sumber: Mami Kos dan IDN Times (diolah)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Menjual daging rusa palsu

Peternak di Malaysia mencurigai karena harganya yang sangat murah.

Published

on

Roselan Ab Malek - am@hmetro.com.my

ZONAUTARA.com – Di Malaysia dalam beberapa pekan belakangan, lagi ramai diperbincangkan soal dugaan pedagang menjual daging rusa palsu.

Dugaan itu bermula dari murahnya daging rusa yang dijual berbagai lapak, terutama yang dibagikan di halaman Facebook.

Dikutip dari hmetro.com, seorang peternak rusa di daerah Jerantut, Shamsul Mohd Ali Hanapiah mempertanyakan murahnya daging rusa yang dipasarkan itu.

Menurut Shamsul, biasanya satu kilogram daging rusa dijual seharga 75 ringgit Malaysia (RM) hingga RM95.

“Namun daging yang ditawarkan mereka itu hanya seharga 30 hingga RM35. Itu sesuatu yang mustahil,” kata Shamsul.

Menurutnya, modal untuk beternak seekor rusa hingga siap potong menghabiskan dana sebesar RM3.500. Dari seekor rusa hanya bisa menghasilkan 30 kilogram daging saja yang bisa dijual.

“Jadi adalah hal yang mustahil mendapat untung jika menjual seharga RM30,” kata Shamsul.

Para peternak juga biasanya menjual daging rusa lengkap dengan tulangnya, agar pembeli percaya bahwa yang mereka jual benar-benar daging rusa.

Sementara yang ditawarkan dengan harga murah itu, berupa daging yang sudah dipacking tanpa tulang.

Shamsul dan peternak lain mencurigai, daging yang dijual itu bukan daging rusa melainkan daging lembu atau kerbau yang memang murah.

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com