Connect with us

PRESS REVIEW

Kenaikan gaji PNS, unggulkan Jokowi-Ma’aruf di kalangan PNS

Published

on

ZONAUTARA.com – Elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’aruf Amin lebih unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hasil survei Charta Politika menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma’aruf berada pada angka 39,5% di kalangan PNS, unggul 2,7% dari Prabowo-Sandi yang berada pada angka 36,8%.

Charta Politika juga memerikan, dari hasil surveinya ada 23,7% PNS yang belum memberikan pilihannya berdasarkan survei periode 1-9 Maret 2019. Angka ini naik dari survei pada periode Januari yakni 14,9% yang tidak menjawab.

“Faktornya mungkin kenaikan gaji PNS. Itu satu-satunya variabel baru selama dua bulan terakhir,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Senin (25/3), seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Jokowi telah mewacanakan kenaikan gaji PNS sejak awal tahun ini. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,661 triliun untuk kebijakan ini.

Jokowi juga sempat menjanjikan menyetarakan gaji perangkat desa dengan PNS golongan IIA. Nantinya, Kepala Desa dan perangkat desa akan mendapat gaji antara Rp 2,02 juta hingga Rp 3,82 juta. Hanya saja, janji penyetaraan gaji tersebut baru akan terealisasi hingga 2020.

Di kalangan aparat des, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf berimbang dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga di segmen aparat desa masing-masing sebesar 43,8%. Adapun aparat desa yang tak menjawab sebesar 12,5%.

Yunarto menilai masih cukup sulit bagi Jokowi-Ma’ruf untuk bisa menang telak sekaligus di segmen PNS dan aparat desa dalam Pilpres 2019. Sebab, banyak PNS dan perangkat desa yang merasa terganggu dengan sistem birokrasi saat ini.

“Program e-budgeting, e-procurement, dan lainnya, itu hal paling menakutkan buat para PNS yang ingin bertahan di comfort zone-nya,” kata Yunarto.

EDITOR'S PICK

[FLASH] Rontoknya penumpang pesawat

Jumlah keberangkatan sejak H-7 hingga Kamis (6/6/2019) anjlok 27,23 persen.

Published

on

zonautara.com

Fakta dalam berita:

  • Berbagai data dirilis soal turunnya penumpang pesawat sejak H-7 Lebaran 2019 dibanding periode tahun sebelumnya.
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui turunnya penumpang pesawat pada mudik 2019 karena mahalnya harga tiket.
  • Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah keberangkatan penumpang sejak H-7 hingga Kamis (6/6) sebanyak 1.72 juta penumpang.
  • Angka itu turun 27,23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 2,36 juta penumpang.
  • Selain karena tiket mahal, banyak pemudik sudah beralih menggunakan transportasi darat.
  • Tol Trans Jawa memberi kontribusi besar beralihnya pemudik dari transportasi udara ke darat pada akumulasi penumpang pesawat di Jawa.
  • Di Bandara Juanda Surabaya penumpang turun 23%, di Bandara Minangkabau Sumatera Barat turun 27,1%. Sementara di Bandara Sam Ratulangi Manado turun sebesar 28 persen.

Link berita:

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com