Connect with us

Hukum dan Kriminal

Terbukti lakukan pungli, dua oknum pegawai Dishub Minahasa dibui 1 tahun

Published

on

Sidang kasus pungli pegawai Dishub Minahasa di Pengadilan Tipikor Manado. (Foto: Humas Kejari)

MANADO, ZONAUTARA.com – Dua oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Minahasa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam bentuk pungutan liar (pungli) oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (15/5/2019).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta.

Dia mengatakan, dua oknum petugas Dishub Minahasa tersebut, masing-masing Jantje Taroreh dan Marthen Kalalo dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam Pasal 12 huruf e juncto Pasal 12A Undang-Undang (UU) Tipikor

“Para terdakwa divonis pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp10 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ungkap Rabeta.

Menurut dia, atas putusan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elson S. Butarbutar dan para terdakwa menyatakan sikap pikir-pikir.

Diketahui, sebagaiama dalam dakwaan JPU Kejari Tomohon, para terdakwa diseret ke meja hihau atas aksi pungli terkait penerbitan Kartu Uji Kendaraan Bermotor (KUKB) dan Surat Keterangan Dispensasi Angkutan Khusus (SKDAK) pada saat melaksanakan operasi keselamatan dan kelengkapan administrasi kendaraan angkutan umum dan angkutan barang di Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Profesor di Amerika diancam penjara 219 tahun karena selundupkan chip ke China

Dia menghadapi 18 dakwaan yang diajukan FBI karena telah secara ilegal mengirim chip mikro ke rekannya di China.

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Yi-chi Shih (64), seorang profesor paruh waktu di Universitas California, Amerika dibawah ke pengadilan karena mengirimkan chip komputer ke China secara ilegal.

Dia dinyatakan bersalah dan terancam hukuman penjara selama 219 tahun. Yo-chi Shih adalah pakar kelistrikan yang ditangkap kepolisian federal AS pada Januari 2018.

Dia menghadapi 18 dakwaan yang diajukan FBI karena telah secara ilegal mengirim chip mikro ke rekannya di China.

Jaksa federal menyatakan Shih dan rekannya Kiet Ahn Mai berkonspirasi untuk memesan chip komputer khusus berkecepatan tinggi yang kemudian dikirim ke perusahaan China secara ilegal.

Perusahaan yang ditargetkan oleh Shih dan Mai adalah pemasok untuk Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Badan Penelitian Proyek Pertahanan Lanjutan (DARPA).

Rekannya, Mai, telah mengaku bersalah dalam skema penyelundupan chip tersebut pada Desember tahun lalu.

“Kasus ini menguraikan skema untuk mengamankan teknologi hak milik, beberapa di antaranya diduga dikirim ke China, di mana teknologi itu dapat digunakan untuk memberikan keuntungan yang signifikan kepada perusahaan-perusahaan di sana dan membahayakan kepentingan bisnis AS,” kata Nicola T Hanna, pengacara AS dalam pernyataannya yang mengumumkan tuduhan terhadap Shih dan Mai.

“Informasi yang sangat sensitif juga akan menguntungkan pihak asing yang dapat menggunakan teknologi tersebut untuk memajukan dan mengembangkan aplikasi militer yang dapat mengancam keamanan nasional kita,” tambah pengacara itu.

Untuk mengirim chip tersebut secara diam-diam ke China, Shih berpura-pura menjadi pelanggan perusahaan AS, yang tidak disebutkan namanya, yang ingin membeli sirkuit terpadu gelombang mikro (MMIC) monolitik.

MMIC tersebut kemudian dikirim ke perusahaan China, Chengdu GaStone Technology (CGTC), di mana Shih sebelumnya menjabat sebagai direktur. Perusahaan itu sedang dalam proses membangun pabrik MMIC-nya sendiri.

Menurut Newsweek, chip itu dapat diaplikasikan untuk sistem militer secara luas, mulai dari rudal kendali hingga jet tempur, sehingga untuk pengiriman secara internasional membutuhkan otorisasi dari Departemen Perdagangan AS.

Meski chip tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk penggunaan komersial.

Dalam kasus ini, Shih diketahui telah memalsukan dokumen pengembalian pajak, melakukan penipuan, dan memberikan pernyataan palsu kepada lembaga pemerintah selama persidangan yang berlangsung enam pekan, serta berkonspirasi untuk melakukan pencurian di dunia maya.

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com