Connect with us

Hiburan

Gara-gara seekor anjing, John membunuh banyak orang

Published

on

Sumber: Lionsgate

Film ini ditunggu-tunggu penggemarnya: John Wick Chapter 3 – Parabellum. Di jaringan bioskop 21cineplex sudah tayang, termasuk di Manado. Pemerannya aktor kawakan nan ganteng Keanu Reeves.

Sambil memakai jas keren, John Wick bertarung dengan teknik bela diri yang mencengangkan. Tak terhitung korban yang dibunuhnya. Semuanya hanya karena John ingin balas dendam atas kematian anjing kesayangannya.

Parabellum digarap oleh sutradara Chad Stahelski, dengan empat keunikan yang jarang terlihat di film bergenre action lainnya. Keunikan inilah yang memisahkan John Wick dari assassin lain di sinema. Catat empat keunikan itu!

1. Dunia assassin yang ditampilkan punya mitos sendiri

Cerita John Wick: Chapter 3 – Parabellum berlanjut langsung setelah ending film kedua, John Wick: Chapter 2, dimana John sedang dalam pelarian. Ia akan jadi excommunicado karena melanggar salah satu aturan terpenting di dunia assassin, yaitu membunuh seseorang di tempat netral, Hotel Continental.

John harus menyelamatkan diri sendiri dari buruan para pembunuh lainnya. Tapi selama kita mengikuti pelarian John, Parabellum juga akan menyelam semakin dalam ke dunia para assassin itu.

“Di film ini mitologi dunia hyperreal yang dipenuhi oleh hotel rahasia, underworld tersembunyi, pria dan wanita dengan keterampilan gila-gilaan akan semakin terkuak,” kata sutradara Chad Stahelski.

Yang juga disorot adalah organisasi The High Table, yang tidak hanya menjual target di seluruh dunia, tapi juga memiliki sistem keadilannya sendiri. Bagaikan versi modern dari Meja Bundar-nya Raja Arthur, para pembunuh profesional di kerajaan kriminalitas ini dijaga oleh kode etik tertentu yang diawasi oleh sekelompok pengawas elit yang kemudian memberikan hukuman jika ada pelanggaran.

Termasuk di dalam pelebaran universe ini adalah ekspansi dari Hotel Continental, setting ikonis yang sudah ada sejak film pertama. Aslinya, kita hanya mengenal satu Hotel Continental Hotel di New York, tapi sekarang kita akan diperkenalkan pada hotel-hotel lainnya yang bekerja seperti Hotel Continental di berbagai belahan dunia.

Dari sebuah tempat yang terdiri dari hanya sebuah lobby dan sebuah kamar di film pertama, kinerja hotel ini akan semakin terkuak di Parabellum.

Sumber: instagram.com/yayanruhian/

2. Pemain baru bertabur bintang, termasuk dari Indonesia

Kali ini John Wick mengajak penonton melanglang buana sampai ke Maroko bertemu karakter-karakter baru. Jajaran pemeran baru yang bergabung dengan Parabellum sungguh luar biasa.

Kita akan bertemu dengan beberapa sosok dari masa lalu John, salah satunya figur penting di High Table yang bernama The Director. Diperankan oleh Anjelica Huston, karakter ini punya sekolah yang mendidik assassin seperti John Wick.

Lalu ada Saïd Taghmaoui sebagai The Elder, salah satu anggota High Table yang jarang muncul tapi punya peranan penting sebagai pemandu spiritual bagi para assassin.

Dan untuk menghakimi John Wick dari pelanggaran yang ia lakukan di film kedua, datanglah sosok The Adjudicator yang diperankan Asia Kate Dillon. Ia adalah seorang penegak hukum di dunia bawah tanah yang efisien dan tanpa ampun.

Parabellum bahkan meng-casting aktor TV Jerome Flynn (Ser Bronn di Game of Thrones), aktor komedi Jason Mantzoukas (The League, The Dictator), atlet NBA Boba Marjanovic dan ballerina Unity Phelan untuk muncul di film ini.

Tapi yang paling ditunggu adalah kemunculan bintang action Mark Dacascos sebagai Zero, salah satu assassin paling keji. Karakternya disebut sebagai ninja dan ia punya sekelompok pengikut, para shinobi yang di antaranya punya wajah familiar.

Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah aktor bela diri asal Indonesia, yaitu Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Keanu Reeves mengenal kerja mereka dari film-film The Raid, sehingga ia ingin merekrut mereka untuk beraksi di film ini.

3. Halle Berry tampil sebagai John Wick perempuan

Di antara berbagai karakter baru yang muncul di Parabellum mungkin tidak ada yang lebih penting daripada Sofia, karakter milik Halle Berry.

Parabellum akan menengok ke masa lalu John Wick dan mengupas sedikit demi sedikit misteri dari bagaimana John Wick kemudian menjadi figur mitos di antara para pembunuh, kenapa ia disebut ‘Baba Yaga’ dan Sofia lah salah satu yang paling mengenal John.

“Sofia dilatih oleh orang yang sama yang melatih John Wick dan gaya bertarung mereka juga sama,” kata Halle Berry memberi petunjuk.

“Mereka jelas punya sejarah bersama, dan John pernah menyelamatkan putri Sofia di suatu waktu dan Sofia sudah memutuskan hubungan dengan putrinya,” tambah Halle.

Halle Berry adalah penggemar seri John Wick, jadi ia mengejar peran Sofia. “Waktu manajerku bilang Chad mencari assassin perempuan yang setara kemampuannya dengan John Wick, aku tahu aku harus mendapatkan peran itu. Waktu aku pertama kali bertemu Chad, dia belum selesai menulis karakter [Sofia] tapi aku tidak peduli. Aku bilang, ‘Langsung saja pilih aku!’”

Sumber: Lionsgate

Walaupun ditakut-takuti oleh Stahelski bahwa ia harus bekerja keras untuk menguasai bela diri yang akan ia lakukan di Parabellum, ia tidak gentar. Ia berlatih keras bersama stuntwoman tenar Heidi Moneymaker (aktor stunt pengganti Scarlett Johansson di film-film Marvel) untuk bisa sampai ke level yang sama seperti Keanu Reeves.

Hasilnya sangat memuaskan bagi semua pihak, tapi terutama bagi Halle Berry yang merasa, “aku tidak pernah bekerja lebih keras untuk sebuah peran di sepanjang karirku. Aku harus berlatih sambil cedera, tapi aku terus berjalan karena berhenti tidak pernah jadi pilihan. Aku sekarang ingin terus melakukannya lagi dan lagi. Tidak ada hal lain yang lebih ingin aku lakukan lagi daripada membuktikan bahwa wanita di usiaku bisa melakukan apapun yang kami inginkan. Umur tidak mendefinisikan kita,” ujar Halle bersemangat.

4. Keja-kejaran pakai kuda dan anjing

Kejar-kejaran mobil? Biasa. Kejar-kejaran motor? Juga biasa. Bagaimana kalau kejar-kejaran di mana John Wick naik kuda dan lawannya naik motor? Itu baru luar biasa.

Parabellum lagi-lagi menyajikan inovasi baru dalam sebuah film laga, yaitu action yang melibatkan binatang. Yang pertama ada aksi Keanu Reeves sebagai John Wick di atas kuda.

“Aku sudah pernah berlatih naik kuda untuk film-film lain sebelumnya. Tapi itu seperti cara duduk yang benar, berjalan, berlari dan sebagainya. Sementara di film ini aku harus berlatih, jangan duduk di pelana, miring sedikit, pegangan ke leher atau sesuatu dan tembak orang di sebelahnya. Ini benar-benar next level,” ujar Keanu.

Sementara itu, Halle Berry – sebagai Sofia – bekerja dengan sepasang anjing Malinois asal Belgia. Tidak hanya ia harus berakting dengan anjing-anjing yang tampilannya garang ini, tapi juga harus berlatih menjadi pelatih mereka.

Aslinya, Stahelski menyewa Andrew Simpson, pelatih binatang yang terkenal melatih para serigala di Game of Thrones. Selama beberapa bulan, Andrew melatih 5 ekor Malinois dengan hati-hati dan secara manusiawi untuk bisa melakukan “jujitsu a la anjing” yang direkayasa untuk film ini. Halle Berry pun gembira bisa bekerja dengan mereka.

“Aku menghabiskan 4 hari dalam seminggu, 3 jam sehari berlatih dengan anjing-anjing ini supaya bisa menumbuhkan kedekatan. Ras Malinois sangat cerdas dan setia, tapi mereka juga suka bermain. Aku penyayang hewan. Aku sendiri punya 2 ekor anjing. Jadi bagian paling seru dari latihanku adalah menghabiskan waktu bersama anjing-anjing ini!,” kata Halle.

Dinukil dari Curated.tix.id

Hiburan

Interaksi sosial dan hobi nyanyi cukup di dalam kamar

Cukup berdiam di dalam kamar, interaksi dengan dunia luar dan hobi menyanyi dapat berjalan seperti yang diinginkan.

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kemajuan modernitas sekarang telah merangkai kebutuhan interaksi sosial dan hiburan ke dalam satu aplikasi pada gadged yang ada di tangan anda.

Untuk melakukan keduanya, orang-orang tak perlu lagi ke tempat karoke bersama rekan kerja atau anggota komunitas. Cukup berdiam di dalam kamar, interaksi dengan dunia luar dan hobi menyanyi dapat berjalan seperti yang diinginkan.

Banyak aplikasi yang ditawarkan melalui Play Store. Setelah ketenaran Smule, satu yang kini lagi banyak disukai juga adalah Star Maker Studios.

Perusahaan media berbasis teknologi yang berfokus pada musik ini bisa membantu talenta yang belum ditemukan mencapai ketenaran yang layak didapatkan. Aplikasi seperti Star Maker ini bisa menjadi rekomendasi bagi anda enggan bepergian atau sibuk kerja namun tetap butuh sedikit ruang untuk hang out.

Rahmadila Andini, seorang pengguna aplikasi Star Maker, mengatakan bahwa dari aplikasi ini ia bisa memiliki banyak teman dari berbagai kalangan, daerah, kota, dan negara. Dengan Star Maker, Rahmadila sering berduet dengan teman-temannya itu.

“Saya sangat menyukai aplikasi ini karena dengan ini kepercayaan diri saya bisa meningkat,” tulisnya pada ulasan Star Maker, Minggu (28/07/2019).

Suparman Sa’adih, pengguna aplikasi Star Maker lainnya, pada ulasan Star Maker menulis, sangat bagus bisa bergabung dengan para penyanyi yang sudah berbakat.

“Jadi, saya bisa belajar beryanyi,” tulis Suparman.

zonautara.com
Halaman Star Maker Studios.(Foto: captured)

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com