Connect with us

Hukum dan Kriminal

Terbukti pungut SPP pada siswa miskin, mantan kepsek divonis 4 tahun penjara

Published

on

Sidang kasus dugaan korupsi pungutan SPP kepada siswa miskin SMK Negeri 1 Tomohon, di Pengadilan Tipikor Manado, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Kejari)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Satu lagi kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Kota Tomohon diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Kali ini, perkara yang divonis oleh Majelis Hakim tersebut, yakni kasus dugaan korupsi berupa pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau uang sekolah kepada siswa yang kurang mampu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tomohon.

Terdakwanya, yakni mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Tomohon, MEL alias Martha.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta.

Dia mengatakan, dalam sidang yang digelar Selasa (21/5/2019), Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan, bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) Tipikor.

“Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan,” ujar Rabeta.

Diketahui, sebagaimana dalam dakwaan JPU, terdakwa Martha selaku Kepsek SMK Negeri 1 Tomohon tahun 2016-2017 dengan modus melakukan pungutan uang sekolah kepada siswa yang tergolong ekonomi tidak mampu, yakni para penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Di mana, uang sekolah yang dikumpulkan kemudian digunakan sebagai tambahan penghasilan bagi terdakwa dan guru-guru pada SMK Negeri 1 Tomohon. Padahal, hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Lagi, Tim Buser tangkap terduga pelaku cabul anak 13 tahun

Published

on

Terduga pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comKasus persetubuhan terhadap anak di Kota Tomohon kembali terungkap. Kali ini, dialami oleh anak perempuan yang masih berusia 13 tahun.

Ironisnya, perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh pelaku, yakni JP alias Ju (17), warga Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah ini, sudah berlangsung beberapa kali.

Korban yang didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tomohon Joice Worotikan pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Tomohon.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Ikhwan Syukri membenarkan laporan tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya pun telah berhasil mengamankan terduga pelaku.

“Terduga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Tomohon guna penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Buru Sergap (Buser) Polres Tomohon Bripka Bima Pusung yang memimpin penangkapan terhadap terduga pelaku menjelaskan, saat hendak diamankan di rumahnya, terduga pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil dikejar oleh petugas.

“Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui, bahwa dirinya telah menyetubuhi korban beberapa kali sejak tahun 2018 lalu,” ujar Pusung.

Persetubuhan terhadap korban, lanjut dia, kembali dilakukan pada Senin (22/7/2019) di rumah salah satu teman dari terduga pelaku.

“Perbuatan terduga pelaku saat itu diketahui oleh teman-temannya yang kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati pelaku sedang menyetubuhi korban,” jelasnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com