Connect with us

Hukum dan Kriminal

Terdakwa kasus coblos dua kali divonis bebas, JPU banding

Published

on

Sidang kasus coblos dua kali di PN Tondano beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comPengadilan Negeri (PN) Tondano telah menjatuhkan putusan atas kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilihan (Umum) berupa coblos dua kali yang menjerat lelaki LSW alias Lucky, warga Kecamatan Tomohon Barat.

Majelis Hakim yang diketuai Paul B Pane  menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa, dalam sidang yang digelar Jumat (17/5/2019) malam tersebut.

Diketahui, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibacakan dalam sidang yang digelar Jumat pagi.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon Dian Subdiana ketika dikonfirmasi membenarkan putusan tersebut.

“Iya, sudah diputus sejak Jumat lalu,” ujarnya didampingi Jaksa David Andrianto, Kamis (23/5/2019).

Menurut dia, dalam putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, disebutkan bahwa dakwaan JPU tidak dapat diterima.

“Dengan dasar, Pasal 484 Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017, soal unsur dapat mempengaruhi perolehan suara,” katanya.

Namun, pihaknya menilai, hal tersebut sudah masuk dalam pokok perkara.

“Tapi itu merupakan kewenangan mengadili dari Hakim. Intinya, kami saat ini sudah mengajukan upaya hukum banding,” pungkasnya.

Sementara itu, JPU David Andrianto menambahkan, perbedaan penafsiran itu adalah hal yang biasa dalam dunia peradilan.

“Jadi, kita tunggu saja hasil dari PT (Pengadilan Tinggi),” tandasnya.

Diketahui, sebagaimana dalam dakwaan JPU, terdakwa diduga telah melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda.

Dua TPS yang berada di Dapil 1 Kecamatan Tomohon Barat tersebut, yakni TPS 4 Kelurahan Woloan Tiga dan
TPS 6 Kelurahan Woloan Satu.

Terdakwa pun dijerat dengna Pasal 516 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com