ZONAUTARA.com – Pada 1 Juni 2026, CEO Nvidia, Jensen Huang, memperkenalkan chip terbaru bernama RTX Spark di konferensi GTC Taipei. Huang menyatakan bahwa era baru kecerdasan buatan (AI) akan membawa manfaat besar bagi manusia, dengan menciptakan lapangan kerja baru dan model aplikasi yang inovatif.
Chip RTX Spark diperkenalkan sebagai ‘superchip’ yang menggabungkan CPU dan GPU dalam satu unit memori terpadu. Produk ini diharapkan bisa mengubah cara perangkat elektronik memproses data, memungkinkan komputer personal menjalankan model bahasa besar seperti ChatGPT tanpa server jarak jauh.
Nama resmi chip tersebut adalah RTX Spark, yang menyatukan CPU dan GPU dalam satu silikon. Memori terpadu 128 GB memungkinkan laptop atau komputer perseorangan mengolah hingga satu juta token, satuan unit data dalam pemrosesan model bahasa besar.
Huang menyatakan, “Ini adalah chip terhebat yang pernah ada. Ini adalah N1X, yang kami buat bersama MediaTek.” Chip ini didesain dengan arsitektur Blackwell dari Nvidia yang memiliki 6.144 CUDA cores, setara dengan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5070, dan menggunakan arsitektur ARM untuk CPU-nya.
RTX Spark dikembangkan melalui kolaborasi dengan MediaTek, perusahaan semikonduktor asal Taiwan. Keahlian Nvidia dalam GPU dan ekosistem perangkat lunak dipadukan dengan efisiensi daya dan desain chip ARM dari MediaTek. Chip ini memungkinkan pembuatan laptop setipis 14 mm dengan bobot 3 pon, serta daya tahan baterai yang tahan lama sepanjang hari. Varian chip N1X meliputi 20 inti CPU dengan konfigurasi efisiensi dan performa.
Diolah dari laporan Tirto.id.

