Connect with us

Hukum dan Kriminal

Terdakwa kasus coblos dua kali mengaku bersihkan tinta pakai pembersih lantai

Published

on

Majelis Hakim PN Tondano saat memeriksa terdakwa kasus coblos dua kali. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

MINAHASA, ZONAUTARA.com Setelah sempat molor, sidang kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu) coblos dua kali yang terjadi di Kota Tomohon, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tondano, Jumat (24/5/2019).

Sejumlah saksi pun dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon Dian Subdiana David Andrianto, Christomy Bonar dan Gideon.

Di antaranya, para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tempat kejadian perkara (TKP), Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tomohon Steffen Linu dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon Harryanto Lasut.

Selain itu, adapula Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Meidy Tinangon yang hadir sebagai ahli.

Usai memeriksa para saksi dan ahli, Majelis Hakim yang diketuai Paul B Pane pun memeriksa terdakwa Lucki.

Dalam keterangan, Lucki pun mengaku dirinya memang melakukan pencoblosan sebanyak dua kali.

“Saya mencoblos di TPS 4 Kelurahan Woloan Satu dan TPS 6 Kelurahan Woloan Dua,” ujar terdakwa.

Soal tinta yang harusnya terlihat di saat dia melakukan pencoblosan yang kedua kalinya, Lucki mengaku, tinta tersebut dihapus menggunakan air dan pembersih lantai.

“Pertama saya pakai air, kemudian saya pakai larutan pembersih lantai merek cortex, tapi tidak habis semua,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, terdakwa pun mengku menyesal.

“Saya menyesal Pak,” katanya, sembari menambahkan, bahwa dirinya tidak mengetahui jika mencoblos dua kali merupakan perbuatan yang salah dan tidak dibenarkan.

Majelis Hakim pun menunda persidangan dan mengagendakan untuk pembacaan tuntutan dari JPU.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Beredar info terjadi penculikan anak di kawasan Marina Plaza

Belum ada keterangan polisi soal dugaan penculikan ini.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

MANADO, ZONAUTARA.com – Akun Facebook Novira M memposting dugaan penculikan anak pada Sabtu (24/8/2019) malam, sekitar pukul 19.30 WITA.

Anak yang dimaksud adalah bocah berusia 6 tahun, mengenakan baju berwarna ungu dan celana jins pendek, dengan tinggi kira-kira 130 centimeter. Rambutnya hitam.

Novira tidak menjelaskan dalam postingannya itu, apakah anak yang diduga diculik itu adalah anaknya atau anak orang lain.

Dia merinci, ciri-ciri pelaku mengendarai sepeda motor matic sebanyak dua orang. Satu pelaku menarik bocah itu dari belakang dan lari ke arah Karang Ria.

Novira meminta bagi siapapun yang melihat gelagat orang yang mencurigakan membawa bocah sambil menangis dengan ciri-ciri yang dia sebutkan, untuk melapor ke polisi.

Belum ada keterangan dari pihak kepolisian atas postingan dugaan penculikan itu.

Postingan itu telah dishare sebanyak 2500 kali dan dikomentari lebih dari 2000 kali.

Dalam komentar ada yang menyebutkan bahwa anak itu diduga diculik oleh ayahnya sendiri.

Bagikan !
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com