Connect with us

ZONA TERKINI

Bolmong susah berkelit dari disclaimer, sejumlah mantan pejabat penyebabnya

Persoalan aset menjadi penyebab terbesar.

Published

on

Aset daerah Pemkab Bolmong berupa kendaraan dinas sewaktu diperiksa BPK. (Foto itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Untuk ketiga kalinya, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dibawa kepemimpinan Bupati, Yasti Soepredjo Mokoagow, dan Wakil Bupati, Yanny Ronni Tuuk, diganjar opini disclaimer (tidak menyatakan pendapat) oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Sulawesi Utara.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK, penyebab paling krusial adalah persoalan aset daerah yang tidak tertata dengan baik.

Sekretaris Daerah Bolmong, Tahlis Gallang menyebutkan, terkait persoalan aset daerah itu, ada dua hal yang paling berpengaruh. Yakni, barang atau aset daerah yang tidak diketahui keberadaannya senilai Rp 84 Miliar. Dalam daftar, nama pemegang barang tertera, tapi pada saat pemeriksaan BPK barangnya tidak ada. Paling banyak adalah kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat yang masih ada ditangan para mantan pejabat.

“Saat pemeriksaan mereka tidak kooperatif. Tidak hadir dan tidak memperlihatkan kendaraan dinas ke auditor,” kata Gallang, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6/2019).

Masalah yang kedua, menurut Tahlis, adalah soal aset yang ada di daerah pemekaran yang belum diakui oleh daerah pemekaran. Itu jumlahnya juga cukup besar sekitar Rp 66 Miliar.

Dia mencontohkan, misalnya ada bangunan sekolah yang sudah difungsikan oleh daerah pemekaran. Gedungnya diterima dan diakui lengkap dengan berita acara serah terima.

“Tanahnya juga mereka akui. Tapi inventaris lainnya berupa meja, kursi dan papan tulis itu tidak diakui. Menurut mereka bahwa itu hasil pengadaan sendiri setelah pemekaran. Padahal secara logika, pada saat pemekaran tidak mungkin daerah baru langsung bisa mengadakan inventaris berupa kursi, meja, papan tulis dan lain-lain. Pasti masih menggunakan peninggalan dari daerah induk. Mulai dari gedung bersama dengan isinya. Nah mungkin semua itu sudah rusak ataupun hilang, kemudian tidak diakui lagi. Rata-rata ada di empat daerah pemekaran. Jadi dua pokok itu yang paling mendesak dan menjadi penyebab utama Bolmong mendapat opini disclaimer,” ungkap Gallang.

Sementara, lanjutnya, untuk asset lain-lain, sudah dituntaskan oleh Bidang Aset di Badan Keuangan Daerah. Upaya menyelesaikan persoalan tersebut juga bukan tidak dilakukan maksimal. Selama kurun waktu tiga tahun, Pemkab Bolmong sudah menempuh berbagai cara untuk menuntaskan persoalan aset.

Sayangnya, khususnya untuk barang atau aset daerah yang tidak diketahui keberadaannya berupa kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat nyaris tidak membuahkan hasil baik.

Pasalnya, para mantan pejabat yang masih menguasai aset tersebut tidak punya itikad baik untuk bekerjasama dengan Pemkab Bolmong dalam upaya penyelesaian masalah aset.

Pemkab Bolmong pun mengambil langkah dengan mempublikasikan aset atau barang milik berupa kendaraan dinas yang dikuasai pihak lain (mantan pejabat/pensiunan/ASN pindah tugas).

Berikut daftarnya:

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Setelah dipublikasi, akhirnya mantan Wawali Kotamobagu kembalikan aset Bolmong – Tak sekadar menyajikan berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

Aksi heroik Lams dan crew kapal melepas hiu paus kendati robek jaring

Hiu paus adalah jenis ikan yang dilindungi dan berukuran sangat besar.

Published

on

Hiu paus yang terjerat di jaring. (Foto: Lams Lahengkang)

MANADO, ZONAUTARA.com – Lams Lahengkang yang menahkodai kapal penangkap ikan KM Gosyen 1 sadar bahwa ikan besar yang terjerat di jaring yang mereka tebar adalah hewan laut yang dilindungi.

“Waktu jaring kami lepaskan, tiba-tiba ada crew yang sedang berada di air berteriak kalau ada ikan besar. Saya bilang tenang jangan panik,” cerita Lams sewaktu dihubungi Zonautara.com, Jumat (14/6/2019).

Mereka awalnya tidak tahu ikan jenis apa yang sedang terjerat itu. Kemudian mereka mencoba menariknya ke permukaan laut, dan ternyata jenis hiu paus.

“Saya minta segera dilepaskan, sebab saya tahu itu ikan dilindungi,” ujar Lams.

Tindakan Lams itu harus mengorbankan jaring penangkap ikan mereka. Karena kondisi hiu paus yang berukuran besar itu, jaring terpaksa harus dirobek.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (6/6) lalu, saat mereka sedang menangkap ikan di perairan Maluku.

Kapal penangkap ikan yang dinahkodai Lams berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa Manado. Ijin tangkap mereka hingga ke perairan laut Maluku.

Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi di Indonesia. Jenis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 8 tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

Perlindungan terhadap hiu paus sebagai tindakan untuk menghindari ancaman kepunahan ikan tersebut di habitat alam dan menjaga keanekaragaman hayati jenis ikan di Indonesia.

Penelitian mengenai jenis ikan hiu ini masih sangat minim akibat sulitnya mempelajari siklus hidupnya yang cenderung migrator dan hidup soliter.

Diperkirakan jumlahnya makin berkurang dikarenakan mudahnya ikan ini tertangkap secara tidak sengaja (bycatch) oleh nelayan karena ukurannya yang besar dan gerakannya yang lambat.

Hiu paus juga masuk dalam Appendiks II CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori Rentan (Vulnerable), karena memiliki karakter yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih.

Hiu paus adalah predator tingkat trofik tinggi dalam ekosistem pesisir dan lautan terbuka.

Manfaat dari penetapan status perlindungan penuh ikan ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem (rantai makanan) perairan laut, menjaga kelestarian biota laut langka (eksotik), menjaga nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan dan lingkungan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata bahari.

Apa yang dilakukan Lams dan para crew kapalnya, semestinya mendapat apresiasi yang besar.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com