Connect with us

CARI TAHU

100 merek paling berharga di 2019, papan atas didominasi perusahaan teknologi

Apple menjadi merek paling berharga.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Majalah ekonomi terkemuka, Forbes merilis daftar 100 merek dengan nilai brands paling atas. Lima teratas dari daftar itu adalah perusahaan teknologi, persis seperti tahun lalu.

Ada tiga perusahaan dengan nilai merek lebih dari $100 miliar, yakni Apple ($205,5); Google ($167,7) dan Microsoft ($125,3).

Nilai merek Apple sebesar $205,5 itu hampir empat kali lipat dari merek non-teknologi paling berharga, Coca-cola yang bernilai $59,2.

Dari 10 merek teratas, hanya ada perubahan kecil dibandingkan dengan daftar yang sama pada tahun 2018. Perubahan itu terjadi pada McDonald yang naik ke urutan ke-10 menggantikan AT&T. Sementera Facebook menurun peringkatnya ke urutan 5, berganti tempat dengan Amazon di urutan 4.

Di antara 25 merek paling berharga, dominasi perusahaan teknologi sangat terasa dengan 11 merek, 3 di bidang otomotif dan hanya 1 di bidang keuangan.

Amazon mengalami pertumbuhan yang paling besar 37% dari tahun sebelumnya dan memiliki harga $97 miliar. Sementara Facebook turun sebesar 6% dengan nilai $88,9.

Forbes saban tahun merilis daftar ini dan punya metode tersendiri dalam menentukan merek paling berharga. Lihat daftar lengkapnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

CARI TAHU

Ukir sejarah, saat 2 astronot perempuan berjalan di luar angkasa

Koch dan Meir berjalan di luar angkasa di ketinggian 408 kilometer dari Bumi.

Bagikan !

Published

on

astronot perempuan
Astronot perempuan NASA, Christina Koch dan Jessica Meir berhasil mengukir sejarah. [NASA]

ZONAUTARA.com – Ini bukan pertama kali astronot perempuan berjalan di luar stasiun antariksa. Namun Christina Koch dan Jessica Meir mencatat sejarah saat dua astronot perempuan secara bersamaan melakukan spacewalk, Minggu (20/10/2019).

Mengutip halaman Reuters, Administrator NASA, Jim Bridenstine menyebut bahwa misi yang berhasil itu, merupakan pencapaian historis karena membuka jalan untuk program Artemis, yang akan mengirimkan perempuan pertama ke Bulan pada 2024.

Kedua astronot perempuan itu diberi tugas mengganti komponen baterai yang bermasalah di bagian luar stasiun antariksa ISS.

Koch dan Meir berjalan di luar angkasa di ketinggian 408 kilometer dari Bumi. Momen sejarah ini sendiri disaksikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Kami tidak ingin mengambil banyak kredit karena ada beberapa spacewalker perempuan sebelum kami. Ini hanyalah pertama kali bahwa ada dua perempuan di luar pada saat yang sama,” terang Meir.

Hingga saat ini, astronot yang melakukan spacewalk di luar area ISS untuk melakukan perawatan stasiun antariksa berjumlah 221 kali, 43 diantaranya melibatkan astronot perempuan.

Sedangkan perempuan pertama yang melakukan spacewalk adalah kosmonot Rusia, Svetlana Savitskaya, yang keluar dari stasiun antariksa Salyut 7 pada 1984.

Dengan pencapaian Koch dan Meir, perempuan pun diharapkan kian memiliki peran dalam program luar angkasa.

“Ini adalah sesuatu yang signifikan. Banyak dari kita (perempuan) menatap ke depan untuk menilainya (spacewalk) sebagai sesuatu yang normal saja,” tutup Tracy Caldwell Dyson, perempuan yang tiga kali melakukan spacewalk di ISS pada 2010.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com