Connect with us

Bencana dan Musibah

KM Blue Vin 05 alami mati mesin, Basarnas Manado lakukan pencarian

Posisi kapal terakhir di perairan pulau Lembeh, Bitung.

Bagikan !

Published

on

BITUNG, ZONAUTARA.com – Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap KM Blue Vin 05 yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan pulau Lembeh, Bitung.

Staff Humas Basarnas Manado, Ferry Arianto menjelaskan operasi dilakukan setelah Basarnas Manado menerima laporan pada Rabu (14/8/2019) pagi.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.50 WITA, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado Gede Darmada memerintahkan koordinasi dengan SROP Bitung,” kata Ferry.

Tim Rescue yang menggunakan rigid inflateble boad (RIB) kemudian bergerak dari dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara menuju ke area pencarian.

KM Blue Vin 05 dengan mesin 6 GT, lebar badan kapal 4 meter dan panjang 17 meter diawaki oleh 3 orang. Kapal berwarna putih orange itu awalnya telah kembali ke Bitung setelah melaut.

Belum sampai di daratan, di sekitar perairan pulau Lembeh, kapal mengalami insiden mati mesin. Dua orang awak kapal kemudian menggunakan perahu menuju daratan, untuk mengambil spare part mesin.

Namun saat kembali menuju kapal, kedua awak kapal tadi tidak menemukan kapal mereka pada pososi semula. Mereka kemudian melaporkan insiden tersebut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Ini pengakuan penghuni asrama Papua di Tomohon yang terbakar

Published

on

Petugas saat memasang garis Polisi di lokasi kebakaran. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Gedung asrama mahasiswa Papua yang terletak di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, terbakar sekitar pukul 10.00 WITA, Minggu (20/10/2019).

Api diduga berasal dari salah satu kamar penghuni asrama bernama NRM (22) alias Novel, mahasiswa asal Biak. Saat diwawancarai, Novel membenarkan api yang menghanguskan asrama yang dihuni 15 mahasiswa itu, berasal dari kamarnya.

Dia mengaku, awal mula api berawal saat dirinya iseng-iseng bermain korek api dan secarik kertas.

“Ya, cuma main-main bakar kertas biasa, pas kontak macis langsung terbakar, pas buang langsung kena di sabuk (kasur), sabuk langsung terbakar, mau padam takut, jadi langsung keluar. Dapa dengar kebakaran, sudah semua langsung lari keluar,” ujarnya saat diwawancari di Mapolres Tomohon.

Dia pun tak menampik, dirinya secara sengaja bermain-main api hingga akhirnya tak disangka bisa membakar bangunan milik Pemerintah Provinsi Papua itu.

“Iya, sengaja (bermain api),” katanya.

Novel pun mengaku menyesal atas terjadinya peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Triharyanto saat berada di Mapolres Tomohon mengatakan, saat ini pihaknya memprioritaskan untuk bagaimana para mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal ini bisa mendapatkan hunian sementara.

“Saya lebih memprioritaskan bersama Pak Wali Kota agar bagaiamana anak-anak mahasiswa ini mendapatkan penampungan sementara, mengingat mereka harus tetap melanjutkan kuliah atau belajarnya. Ada beberapa mahasiswa yang tinggal dua hari lagi diwisuda, nah itu maka kita harus memprioritaskan mereka supaya mendapatkan penampungan sementara,” katanya.

Selanjutnya, kata Kapolda, pihaknya juga akan meminta pemerintah daerah agar berkoordinasi dengan Pemprov Papua, untuk merenovasi asrama yang terbakar ini.

“Supaya cepat digunakan lagi, sebagai sarana tempat tinggal mahasiswa Papua ini,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com