Connect with us

Hukum dan Kriminal

Merasa dirugikan soal dana pinalti, nasabah polisikan oknum Kepala BRI

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comKepolisian Resor (Polres) Tomohon menerima laporan kasus dugaan tindak pidana penggelapan dari seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Rabu (28/8/2019).

Terlapornya, yakni oknum Kepala BRI Unit Selatan Kota Tomohon.

Kepala Polres (Kapolres) Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait melalui Kasubag Humas Iptu Johny Kreysen membenarkan laporan tersebut.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Kanit III Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tomohon Ipda Janny Bajak dengan nomor bernomor LP/ 444/VIII/2019/ Sulut/Spkt Res-Tmhn, kasus tersebut terjadi di kantor BRI Unit Selatan Kota Tomohon.

Menurut dia, pelapor MK (54) yang merupakan ASN Polres Tomohon awalnya bermaksud untuk menutup sisa pinjaman di Bank plat merah tersebut.

Oleh pegawai diketahui bernama CC, lanjut Kreysen, pelapor diberikan rincian serta diberi kesempatan untuk bertemu dengan terlapor, yakni RG yang adalah Kepala Kantor Bank BRI Unit Selatan berinisial.

“Pelapor dalam laporannya mengatakan, bahwa setelah diberikan oleh pegawai, diketahui sisa pinjamannya sebesar Rp61 juta rupiah dan saat korban akan menyerahkan uang tersebut ternyata masih ada dana pinalti sebesar Rp40 juta,” katanya.

Dia menjelaskan, mengetahui hal tersebut, pelapor kaget dan memohon kepada terlapor untuk diberikan keringanan dan disetujui pengurangannya sebesar Rp8 juta-an, sehingga total yang dibayarkan sekitar Rp93 juta-an.

“Menurut korban, bahwa yang (harus) dikembalikan sejumlah sisa pinjaman Rp61 juta ditambah dana pinalti Rp32 jutaan. Korban sangat keberatan dengan pinalti yang sangat besar. Sementara diketahui oleh korban lewat MoU semestinya yang jadi pinalti adalah 3x angsuran berjalan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Hukum dan Kriminal

Polisi ungkap video viral siswi SMK di Bolmong

Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Bagikan !

Published

on

Foto: Marshal D.

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Polisi akhirnya berhasil menungkap video pelajar perempuan yang tengah digerayangi sejumlah pelajar lainnya. Video berdurasi 25 detik tersebut tiba-tiba viral di media sosial pada, Senin (9/3/2020).

Setelah diselidiki, diketahui video tersebut dibuat oleh sejumlah pelajar di satu SMK Negeri di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana, saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Bolaang mengatakan, lima orang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang diduga telah melakukan perbuatan mengarah ke persekusi terhadap salah satu dari mereka.

“Iya, kita sudah amankan semua pihak yang terlibat dalam video. Termasuk korban kita sudah mintai keterangan. Alat bukti berupa satu buah handhone sudah kita amankan juga,” ungkap Indra.

Pihaknya, kata Kapolres Bolmong, saat ini masih sementara mendalami kasus tersebut. Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Tapi menurutnya, harus hati-hati dalam menangani persoalan ini. Bahkan, semua yang terlibat dalam perbuatan tersebut tidak boleh disebut pelaku.

“Secara regulasi, karena mereka ini masih berstatus anak, mereka tidak boleh disebut pelaku. Mereka adalah ABH. Intinya bahwa kita masih sementara mendalami kasus ini. Termasuk memanggil kepala sekolah dan guru. Nanti setelah itu kemudian kita bisa dapat siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Siapa yang lalai, dan siapa yang membiarkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP M. Ali Tahir menambahkan, dari keterangan para ABH dan terduga korban bahwa pada awalnya mereka hanya bercanda.

Menurutnya, para ABH bisa dikenakan sanksi sebagaimana Pasal 82, Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang pelindungan anak. ABH yang kita periksa adalah RSM (17 tahun). Dia yang merekam. Kemudian MP (17), PS (16) NR (17), dan PN (17). Diduga korban berinisial RG (16).

“Mereka semua teman sekelas dan akrab. Kelas XI di salah satu SMK di Bolmong,” bebernya.

Disebutkannya, video itu awalnya dibuat pada 26 Februari 2020 lalu.
Kemudian, diupload ke Whatsapp (WA) story, Senin (09/03/2020), sekitar pukul 12.00 Wita oleh salah satu pelajar. Tapi tiba-tiba beredar dan langsung viral.

“Nah, yang menyebarkannya ini yang masih dalam penyelidikan.
Mungkin ada yang mengambil dari WA story kemudian dibagikan ke media sosial. Untuk penyebar video itu masih akan diselidiki lagi karena berkaitan dengan undang-undang ITE,” pungkas Tahir.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMK bersangkutan mengaku syok saat mendengar informasi tersebut dari wakil kesiswaan yang menghubunginya via ponsel, kemarin. Kendati begitu, dirinya tetap bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan anak didiknya itu.

“Mereka adalah anak didik saya. Kami dari pihak sekolah juga terus berupaya mengontrol dan memberikan pengarahan kepada para pelajar. Saya tidak pernah menyangka dan membayangkan akan terjadi seperti ini. Untuk sanksi masih menunggu perkembangan termasuk dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com