Connect with us

Zona Bolmong Raya

Bolmong siaga darurat kekeringan, karhutla dan angin kencang

18 desa di 3 kecamatan terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Bagikan !

Published

on

Penanganan kebakaran lahan di Bolmong. (Foto: BPBD Bolmong)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta angin kencang di wilayah Kabupaten Bolmong.

Status ini resmi berlaku selama 45 hari kedepan. Terhitung mulai 2 September hingga 16 Oktober 2019.

Status siaga darurat ditetapkan berdasarkan rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda di ruang rapat Sekretaris Daerah Bolmong, Senin (2/9/2019).

Rakor dihadiri Wakapolres Kotamobagu, Kompol Efendy Tubagus, bersama jajaran, Dandim 1303/Bolmong, Letkol Inf Sigit Dwi Cahyo bersama jajaran, pimpinan perangkat daerah, para camat di wilayah pesisir pantura Bolmong.

Rakor yang dipimpin Sekda, Tahlis Gallang itu membahas terkait bencana kekeringan, karhutla dan dampak angin kencang di wilayah Kabupaten Bolmong.

Tahlis dalam penyampaiannya menyebutkan, beberapa pekan terakhir, kasus karhutla di Bolmong terus meningkat. Hal itu diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat yang membakar lahan disaat musim kemarau yang akan berdampak di kemudian hari.

“Dengan beberapa kasus ini, saya mengapresiasi kepada semua pihak yang sudah berupaya melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bolmong. Untuk itu saya berharap kerjasama ini terus ditingkatkan. Mengingat Karhutla di Bolmong merupakan bencana tahunan,” kata Tahlis, sembari berharap, rakor itu dapat membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang ada di desa, kelurahan maupun kecamatan.

“Sehingga dengan adanya komunikasi ini, kita bisa lebih cepat mencegah titik api yang ada,” ucap Tahlis Gallang.

Sementara itu, Kepala BPBD Bolmong, Haris Dilapanga melalui Kepala Seksi Tanggap Darurat, Abdul Muin Paputungan menyebutkan, intensnya kejadian karhutla menjadi pokok dalam rakor dimaksud, selain bencana kekeringan yang mulai dirasakan warga pesisir pantura, gagal panen dan terjangan angin kencang.

Indikator penetapan status siaga

Penetapan status siaga darurat bencana kekeringan, karhutla dan angin kencang di Bolmong berdasarkan beberapa indikator. Yakni, berdasarkan data dan analisa BMKG, stasiun klimatologi Sulut terkait musim kemarau di wilayah Bolmong.

“Untuk kekeringan berdasarkan laporan yang masuk sudah ada dua kecamatan yakni Bolaang dan Bolaang Timur. Dua wilayah itu mulai kesulitan air bersih. Dan ada petani yang mengalami gagal panen. Tapi laporan ini masih akan didalami dengan melakukan assessment di lapangan. Laporan yang masuk juga terkait kekeringan di desa Bintau, Kecamatan Passi Barat,” kata Abdul Muin.

Indikator lain yakni karhutla yang masih intens terjadi khususnya di tiga kecamatan di wilayah pesisir Bolmong. Yakni Kecamatan Lolak, Sangtombolang dan Bolaang. Sampai Senin (2/9/2019), sudah ada 18 desa di tiga kecamatan yang mengalami terdampak karhutla. Luas lahan yang terbakar sekitar 60–an hektar.

Indikator lain juga, yakni siaran pers BMKG, pada 1 September 2019 terkait peringatan dini badai tropis Podul. Ada sirkulasi tekanan udara basah di wilayah Papua, Halmahera, dan dari selatan mengarah ke Filipina melewati Sulut.

“Sehingga angin kencang sampai sekarang masih terus terjadi dan mengakibatkan beberapa fasilitas umum milik pemerintah dan rumah warga yang rusak parah. Angin kencang juga menjadi salah satu pemicu kebakaran,” ungkapnya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjut pasca penetapan status siaga, Pemkab Bolmong melalui BPBD akan membuat posko terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Pemkab Bolmong dan relawan yang dipusatkan di kantor BPBD Bolmong.

“Untuk menunjang posko utama yang ada di Kantor BPBD Bolmong di Lolak, juga akan dibuat dua posko lapangan (poslap) di Kecamatan Bolaang untuk mengcover Bolaang dan Bolaang Timur sampai Poigar. Dan poslap di Kecamatan Sangtombolang,” jelas Abdul Muin Paputungan.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Bolmong, Remon Ratu turut menambahkan, pihaknya juga sudah menerima laporan terkait wilayah yang berpotensi kekeringan.

“Khususnya di wilayah Pantura. Sementara di wilayah lain seperti Kecamatan Lolayan, Dumoga Bersatu dan Passi hingga saat ini stok air masih cukup. Dan sebagai langkah antisipasi, saat ini sementara dipersiapkan untuk pemasangan pompa air di wilayah yang ada sumber air,” singkat Remon Ratu. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Bolmong hanya dapat jatah 183 CPNS 2019

Diusulkan 1038 yang terbagi atas 633 pelamar umum dan 405 untuk PKKK

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) akhirnya secara resmi menyerahkan formasi rekrutmen CPNS 2019.

Khusus untuk Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda), Tahlis Gallang, Kamis (17/10/2019) di Kantor KemenpanRB, di Jakarta.

Menurut Sekda, berdasarkan Surat Keputusan Menpan-RB Nomor 327 Tahun 2019 tentang penetapan kebutuhan PNS di lingkungan Pemkab Bolmong tahun 2019 menyebutkan, kebutuhan PNS Bolmong sejumlah 183 orang.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bolmong mendapat formasi 183 orang, yang terdiri dari tenaga guru 130 orang, tenaga kesehatan 48 orang dan tenaga teknis 5 orang,” kata Sekda, Tahlis Gallang, via pesan WhatsApp, Jumat (18/10/2019).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong, Umarudin Amba menyebutkan, formasi tersebut akan diumumkan secara resmi oleh BKPP usai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kemungkinan akhir Oktober ini akan diumumkan secara resmi. Kemudian tahapan pendaftaran dibuka sekitar awal November (2019),” sebut Umarudin Amba.

Baca juga: Pendaftaran online CPNS dibuka November 2019

Terkait itu, Umarudin mengimbau kepada para calon pelamar untuk mempersiapkan semua dokumen persyaratan sebaik mungkin. Pasalnya, dengan mengacu pada tahapan yang terbilang panjang, maka dipastikan untuk rekrutmen CPNS 2019 ini, akan lebih selektif lagi.

Pada tahun 2018 lalu, tahapan penerimaan CPNS hanya 3 bulan. Sementara, tahun ini, cukup panjang yakni sekitar 6 bulan.

“Semua tahapan rekrutmen CPNS 2019 berlangsung hingga April 2020. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sekitar Februari-Maret 2020. April itu pengumuman kelulusan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan, BKPP Bolmong, Suipto Tubuon menuturkan, pihaknya mengusulkan sedikitnya 1038 kuota yang terbagi atas 633 CPNS untuk pelamar umum dan 405 untuk PKKK. Jumlah tersebut, menurut Suipto, berdasarkan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK).

“Semua jurusan kita usulkan. Tapi memang ada yang mendominasi untuk tenaga fungsional seperti tenaga guru dan kesehatan. Jadi tinggal menunggu persetujuan dari pusat,” tutur Suipto. (itd)

Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com