Connect with us

Hukum dan Kriminal

Marak pengantin pesanan di China, Pemerintah pulangkan 14 WNI

Kejadian ini termasuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok perjodohan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Kasus pengantin perempuan pesanan dari China sedang marak. Sejak Januari-Juli 2019, sudah terkuak 32 kasus pengantin pesanan yang ditangani Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) RI.

Pada Selasa (3/9/2019) kemarin, sebanyak 14 perempuan warga negara Indonesia berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Kemlu RI menyampaikan bahwa belasan WNI itu berasal dari Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Pemulangannya didampingi Kedutaan Besar RI di Beijing.

“Empat belas WNI diterima oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi di Kantor Kemlu, dan selanjutnya diserahterimakan kepada Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut di dalam negeri,” bunyi pernyataan Kemlu RI, Selasa (3/9) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kejadian ini termasuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok perjodohan. Pada korban dijodohkan dengan pria Tiongkok dengan iming-iming kesejahteraan hidup yang terjamin.

Agen perekrut menjanjikan sejumlah uang kepada keluarga sang perempuan sebagai imbalan melepas anak mereka. Namun, dalam beberapa kasus, uang yang diberikan tidak sesuai dengan perjanjian awal. Agen perekrut sering beralasan ada pemotongan biaya administrasi dan logistik.

Tak hanya soal uang yang tidak sesuai perjanjian, dalam beberapa kasus, selepas dipersunting dan dibawa ke China, para perempuan itu malah dipekerjakan sebagai buruh dan kerap mendapat siksaan.

Pemerintah Indonesia disebut kesulitan untuk membantu atau memulangkan puluhan WNI itu lantaran mereka menikah dengan dokumen dan persyaratan yang sah di mata hukum China sehingga repatriasi memerlukan izin para suami.

Andri menyebut proses pemulangan 14 WNI ini merupakan buah kerja sama erat dari berbagai pihak. Ia mengimbau agar WNI lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan warga asing.

“Mengenal calon pasangan terlebih dahulu, tidak terbujuk rayu janji ekonomi dan mengikuti prosedur pernikahan dengan benar merupakan langkah pencegahan yang paling efektif,” kata Andri dalam pernyataan Kemlu tersebut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

15 artis terserat kasus investasi bodong MeMiles

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles.

Bagikan !

Published

on

Polisi merilis dua tersangka tambahan kasus investasi bodong memiles (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

ZONAUTARA.com – Sebanyak 15 artis disebut-sebut akan dipanggil oleh polisi sebagai saksi dalam kasus investasi bodong berlabel MeMiles.

Polda Jatim yang menangani perkara ini, telah menyiapkan nama 13 artis yang akan segera dipanggil.

MeMiles yang dikelola PT Kam dan Kam berurusan dengan polisi setelah diduga melakukan investasi bodong dengan omzet sebesar Rp750 miliar.

Polisi telah menetapkan empat tersangka: KT (47) atau Sanjay sebagai direktur; FS (52) sebagai manajer; ML) atau Dokter Eva (54) sebagai motivator atau pencari member; dan PH (22) sebagai ahli IT.

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles. 

Ello mengaku menjadi korban dari MeMiles, sementara Eka pernah menjadi perantara Ello untuk mengisi acara yang digelar oleh MeMiles.

Dari keterangan merekalah diketahui ada sebanyak 15 artis lainnya yang diduga ikut terseret investasi bodong tersebut.

Dalam waktu dekat polisi akan memanggil AN atau Adjie Notonegoro dan J atau Judika.

Saat ini polisi telah menyita barang bukti dari para tersangka berupa uang tunai Rp122 miliar, 18 mobil dan 2 motor.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com