Connect with us

CARI TAHU

Terjadi lagi, 419 juta nomor telepon pengguna Facebook bocor

Bocornya nomor telepon pengguna membuat mereka rentan terhadap penyalahgunaan.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Tech Crunch melaporkan bahwa sebuah server yang menyimpan setidaknya 419 juta catatan pengguna Facebook diretas dan bisa diakses tanpa keamanan yang ketat.

Catatan pengguna Facebook itu termasuk nomor telepon dan id account. Laporan ini juga dilansir AFP pada Rabu (4/9/2019) waktu setempat.

Lebih lanjut, Tech Crunch mengungkapkan basis data tersebut mencantumkan ID pengguna Facebook, angka unik yang dilampirkan pada setiap akun hingga nomor telepon profil, serta jenis kelamin yang terdaftar oleh beberapa akun dan lokasi geografisnya.

Server tidak dilindungi kata sandi, artinya siapa pun dapat mengakses database, dan tetap online hingga Rabu malam ketika TechCrunch menghubungi host situs.

Namun temuan itu dikonfirmasi oleh Facebook yang mengatakan tingkat paparan hanya kecil. Facebook mengatakan bahwa jumlah akun sejauh ini yang bisa dikonfirmasi hanya setengah dari 419 juta yang dilaporkan.

Facebook juga menyebutkan bahwa banyak dari entri yang bocor itu merupakan duplikat dan datanya sudah tua.

“Dataset telah dihapus dan kami tidak melihat bukti bahwa akun Facebook dikompromikan,” kata juru bicara Facebook kepada AFP.

Menyusul skandal Cambridge Analytica 2018, ketika sebuah perusahaan menggunakan pengaturan privasi lemah Facebook untuk mengakses jutaan detail pribadi pengguna, perusahaan menonaktifkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mencari platform dengan nomor telepon.

Bocornya nomor telepon pengguna membuat mereka rentan terhadap panggilan spam, bertukar SIM, seperti yang baru-baru ini terjadi pada CEO Twitter Jack Dorsey dengan peretas yang dapat secara paksa mengatur ulang kata sandi akun yang disusupi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

CARI TAHU

Jutaan data penumpang Lion Air dan Batik Air diduga bocor

Dua dataset catatan penumpang itu diperjual belikan.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Data penumpang maskapai Lion Air dan Batik Air diduga bocor dan dipertukarkan dalam jejaring pertukaran data. Ada puluhan juta data penumpang yang diduga bocor.

Bleepingcomputer.com menyebutkan, database yang memuat data-data penumpang itu setidaknya sudah beredar dalam sebulan terakhir.

Informasi database data penumpang kedua maskapai itu tersimpan dalam bucket Amazon dan diperjualbelikan.

Ada dua database yang diperjualbelikan, pertama membuat data 21 juta catatan penumpang dan yang kedua berisi 14 juta catatan penumpang. Direktori dalam bucket Amazon dibuat pada Mei 2019, yang juga membuat sebagian besar data untuk Malindo Air dan Thai Lion Air.

Kebocoran data catatan penumpang Lion Air dan Batik Air itu memuat nama penumpang, nomor reservasi, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor handphone, nomor paspor hingga tanggal kadaluarsa paspor.

Tidak jelas kapan data-data yang semestinya rahasia itu mulai dikumpulkan. Namun sebuah tautan ke akses data itu ditautkan pada 10 Agustus 2019 dan dapat diakses secara terbuka.

Bleepingcomputer.com menjelaskan pertukaran data dari dua database itu mulai terjadi saat tautannya tersedia di bucket AWS.

Dikutip dari Suara.com, Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan akan memeriksa laporan kebocoran data tersebut.

“Mas, saya akan cek terlebih dahulu ya,” jawab Danang saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com