Connect with us

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

300 jiwa di Bolangat Timur harus mendapatkan suplai air bersih.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Aktivitas Belajar-Mengajar SDN 1 Sangkub Dua Dipindahkan

Pemerintahan Yang Dipimpin langsung Oleh Bupati Bolmut Depri Pontoh, Wakil Bupati Amin Lasena Bersama Dengan Unsur Forkopimda Membahas Persoalan SDN 1 Sangkub II Dengan Pihak Ahli Waris.(Foto Istimewa)

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

BOROKO, ZONAUTARA.com – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmut) Depri Pontoh, Rabu (27/11/2019), memimpin pertemuan bersama ahli waris SDN 1 Sangkub Dua Kecamatan Sangkub.

Pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena, Kapolres Bolmut AKBP Eko Kurniawan SIK, Kejari Bolmut Kejari Bolmut Moch Riza Wardhana, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, dan Camat Sangkub.

Sekedar diketahui pada Senin (25/11/2019) bertepatan dengan hari guru Nasional sekolah SDN 1 Sangkub Dua disegel oleh ahli waris. Setelah itu, Selasa besoknya anak-anak dipindahkan belajar sementara di Balai Desa Bolmut.

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya ingin menggunggah hati ahli waris agar gembok bisa dibuka sebelum ada eksekusi dari pengadilan.

“Akan tetapi sudah tidak bisa,” jata Amin.

Karena sudah tidak bisa, imbuhnya, pemerintah memindahkan kegiatan belajar mengajar di SMP Sangkub.

“Ada sekitar tujuh ruangan yang kosong jadi dipindahkan sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Menurut Lasena, pemerintah juga tahun 2020 rencana akan membangun sekolah SDN 1 Sangkub Dua. Jika pembahasan APBD cepat.

“Khusus pembangunan SDN 1 Sangkub Dua proses lelang akan dipercepat pada bulan Desember. Agar pertengahan tahun depan sekolah sudah bisa digunakan. Kemarin juga sudah ada yang hibahkan tanah dari Sangadi,” kata Amin.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com