Connect with us

CARI TAHU

“Made in Jerman” punya kasta tertinggi, China terburuk

Produk Amerika berada di rangking ketujuh.

Bagikan !

Published

on

made in jerman
Foto: Pixabay.com

ZONAUTARA.com – Lembaga survei YouGov merilis hasil survei produk buatan negara manakah yang paling diakui kualitasnya. Survei yang bekerjasama dengan University of Cambridge menunjukkan hasil bahwa produk Jerman berada di kasta tertinggi.

Produk dengan tulisan “made in Jerman” diakui memegang reputasi tertinggi di pasar Internasional. Sebanyak 50% responden dari 23 negara peserta survei memberi nilai positif bagi produk buatan Jerman, dan hanya 6% yang menilai negatif.

Sesudah Jerman, produk dari Italia mendapat kepercayaan di urutan kedua, disusul Inggris dan Perancis. Dari 12 besar produsen barang, China merupakan produsen yang dinilai memiliki reputasi paling buruk. Meski secara global barang-barang “made in China” telah membanjiri pasar internasional.

Sementara produk Amerika berada pada rangking ketujuh.

“Studi kami menunjukkan bahwa negara asal produk memang masih memainkan peran penting dalam penilaian (konsumen),” kata Phillip Schneider, kepala pemasaran di YouGov Jerman.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

CARI TAHU

Ukir sejarah, saat 2 astronot perempuan berjalan di luar angkasa

Koch dan Meir berjalan di luar angkasa di ketinggian 408 kilometer dari Bumi.

Bagikan !

Published

on

astronot perempuan
Astronot perempuan NASA, Christina Koch dan Jessica Meir berhasil mengukir sejarah. [NASA]

ZONAUTARA.com – Ini bukan pertama kali astronot perempuan berjalan di luar stasiun antariksa. Namun Christina Koch dan Jessica Meir mencatat sejarah saat dua astronot perempuan secara bersamaan melakukan spacewalk, Minggu (20/10/2019).

Mengutip halaman Reuters, Administrator NASA, Jim Bridenstine menyebut bahwa misi yang berhasil itu, merupakan pencapaian historis karena membuka jalan untuk program Artemis, yang akan mengirimkan perempuan pertama ke Bulan pada 2024.

Kedua astronot perempuan itu diberi tugas mengganti komponen baterai yang bermasalah di bagian luar stasiun antariksa ISS.

Koch dan Meir berjalan di luar angkasa di ketinggian 408 kilometer dari Bumi. Momen sejarah ini sendiri disaksikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Kami tidak ingin mengambil banyak kredit karena ada beberapa spacewalker perempuan sebelum kami. Ini hanyalah pertama kali bahwa ada dua perempuan di luar pada saat yang sama,” terang Meir.

Hingga saat ini, astronot yang melakukan spacewalk di luar area ISS untuk melakukan perawatan stasiun antariksa berjumlah 221 kali, 43 diantaranya melibatkan astronot perempuan.

Sedangkan perempuan pertama yang melakukan spacewalk adalah kosmonot Rusia, Svetlana Savitskaya, yang keluar dari stasiun antariksa Salyut 7 pada 1984.

Dengan pencapaian Koch dan Meir, perempuan pun diharapkan kian memiliki peran dalam program luar angkasa.

“Ini adalah sesuatu yang signifikan. Banyak dari kita (perempuan) menatap ke depan untuk menilainya (spacewalk) sebagai sesuatu yang normal saja,” tutup Tracy Caldwell Dyson, perempuan yang tiga kali melakukan spacewalk di ISS pada 2010.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com