Connect with us

Hukum dan Kriminal

Aniaya perempuan hanya karena HP, Gerry diciduk URC Totosik

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kasus kekerasan terhadap perempuan mulai marak terjadi di Kota Tomohon. Teranyar, kasus penganiayaan perempuan itu terjadi di Lingkungan IV, Kelurahan Paslaten Dua, Kecamatan Tomohon Timur.

Pelakunya, GR alias Gerry (20), warga Kelurahan Paslaten Dua, yang tega menganiaya perempuan berusia 21 tahun, warga Kelurahan Tataaran Dua, Kecamatan Tondano Barat, pada Senin (7/10/2019).

Kejadian tersebut pun dilaporkan korban kepada Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon.

Tak berselang lama usai mendapatkan laporan, Tim URC Totosik langsung menuju lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

Kepala Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung mengatakan, dari hasil interogasi, pelaku mengakui dirinya memang telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Dari hasil interogasi terhadap pelaku, diketahui bahwa permasalahan tersebut dilatarbelakangi hanya karena hal sepele. Di mana, pelaku meminta telepon genggam atau handphone (HP) pelaku kepada korban, namun korban tidak mau memberikan. Karena emosi, pelaku kemudian memukul korban,” ujar Watung.

Akibat penganiayaan tersebut, kata Watung, korban yang tidak terima dengan perbuatan itu, serta mengalami rasa sakit pun melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah menggiring pelaku ke Polsek Tomohon Tengah untuk tindak lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Urban Tomohon Tengah Chilion Diar membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan dan akan diproses lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Diar.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Hukum dan Kriminal

Dalam sepakan 36 terduga teroris ditangkap termasuk 2 Polwan

Satu terduga ditangkap di Manado.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Istimewa)

ZONAUTARA.com – Hanya dalam satu minggu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap terduga teroris.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan total yang ditangkap ada sebanyak 36 orang, dalam periode 10-16 Oktober 2019.

Penangkapan para terduga teroris itu menyusul insiden yang menimpa Menko Polhukam Wiranto sewaktu berkunjung ke Pandeglang, Banten, Jawa Barat.

“Densus 88 berpencar dan mengejar semua tersangka,” jelas Irjen Iqbal di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ada dua polisi wanita (Polwan) yang ikut ditangkap karena diduga terpapar paham radikalisme.

“Polri akan introspeksi ke depan,” kata Irjen Iqbal.

Rincian penangkapan terduga teroris tersebut yakni:

1. Wilayah Pandeglang total tiga orang, Syahrial Alamsyah, Fitri Andriana dan Ratu Ayu.
2. Wilayah Bali terdapat dua orang, Ahmad Taufiqurrahman dan Zafiq Ali Ibrahim.
3. Wilayah Manado, Syamsudin alias Jack Sparrow
4. Wilayah Cengkareng, Taufik Hidayat dan Devi Rusdiwarni.
5. Wilayah Bandung total tujuh orang, yaitu Wahyu Budi Nugraha, Nurdin, Adi Ali Sapari, Juju jurharyanti, Muhammad Nur Alinudin, Dendi Permana, Rizal Fathurrahman.
6. Wilayah Jambi ada satu orang yakni Rohis.
7. Wilayah Cirebon, Yusuf Firdaus, Beni Asri, Bridalul Fajri, Lufi Trioni dan Susanto, total lima orang.
8. Wilayah Lampung: Noval, Aul Putra, Tri Haryono, Yunus, M Rifki, Ubaidira, total enam orang.
9. Wilayah Poso: Awaludin
10. Jawa Tengah: Trisyono, Ma’rifah Hasanah, Abdul Karim dan Jaelani Ahmad Sarwani dan Pangerudin Abdul Aziz yang baru hari ini dilakukan penangkapan.
11. Wilayah Jawa Timur: Rizky Kurniawan dan Anisa Primahapsa.

Iqbal mengatakan, hingga saat ini dengan segala strategi masif, Polri dapat melakukan penangkapan dan sekaligus menghentikan rencana aksi teror yang akan dilakukan oleh kelompok ini.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com