Connect with us

EDITOR'S PICK

Topan hantam Jepang, 4 orang meninggal, 6 juta orang dievakuasi

Wisatawan Indonesia yang sempat tertahan sudah bisa ke bandara Haneda.

Bagikan !

Published

on

Suasana Bandara Internasional Haneda Jepang, Minggu (13/10/2019) usah badai menghantam Tokyo sehari sebelumnya. (Foto: Maya Decline)

ZONAUTARA.com – Topan terbesar dalam 60 tahun terakhir menghantam Jepang di kawasan pesisir timur, Sabtu (12/10./2019). Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, belasan orang hilang, 80 cidera dan 370 ribu orang terkena dampak pemadaman listrik.

Laporan kantor berita Kyodo menyebut, di Tokyo ada sekitar enam juta orang harus dievakuasi. Topan Hagibis yang merupakan badai dahsyat ini menghancurkan rumah, menerbangkan mobil serta merubuhkan tiang listrik.

Otoritas Jepang menyiagakan sebanyak 17 ribu personel militer dan polisi untuk membantu upaya penyelamatan.

Badai yang disertai dengan angin kencang dan hujan sangat deras itu, juga memicu tanah longsor di pulau Honshu. Kawasan rendah di Tokyo dilaporkan terendam banjir, termasuk di Ise, Prefektur Mie, Jepang tengah, serta hujan sangat deras di Shizuoka.

Hujan akibat topan Hagibis ini merupakan catatan hujan terderas sejak 1958, dengan intensitas 939,5 milimeter selama 24 jam.

Kecepatan angin mencapai 216 km/jam di pulau Honshu ketika pertama kali badai itu datang pada pukul 19.00 waktu setempat.

Orang-orang berlindung di tempat yang aman, dan otoritas telah mengeluarkan peringatan ancaman terjangan badai sebelumnya.

Sudah di Bandara

Wisatawan asal Indonesia yang sebelumnya harus tertunda kepulangannya pada Sabtu kemarin, kini sudah berada di Bandara Internasional Haneda. Kontributor Zonautara.com di Tokyo, Maya Decline melaporkan, pagi ini cuaca cerah.

“Kami bisa tiba di bandara pagi ini, dan sudah melakukan check in,” lapor Maya, Minggu (13/10).

Maya bersama 45 wisatawan harus mencari hotel kembali, saat seluruh penerbangan dibatalkan oleh otoritas setempat. Transportasi publik ikut juga dihentikan operasionalnya saat badai tiba.

Maya menuturkan, Bandara Haneda pagi ini sangat padat. Para wisatawan berharap penerbangan mereka tidak lagi dibatalkan.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Corona di Indonesia 5 April: 2.273 kasus, 164 sembuh, 198 meninggal

Hari ini ada penambahan 181 kasus baru.

Bagikan !

Published

on

ZONUTARA.COM – Penularan covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Hal ini terlihat dari data yang diperbaharui oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hingga Minggu, 5 April 2020, pukul 12.00 WIB, total pasien terkonfirmasi positif terjangkit virus corona ada sebanyak 2.273 kasus.

“Ada penambahan kasus positif sebanyak 181 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Sementara pasien yang sudah sembuh hingga hari ini ada sebanyak 164 pasien, bertambah 14 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya.

“Yang meninggal bertambah 7 orang dari sehari sebelumnya, sehingga total yang meninggal sebanyak 198 orang,” kata Yurianto.

Pada Kamis (2/4) kemarin, jumlah kasus sebanyak 2.092 kasus, yang sembuh sebanyak 150 orang dan yang meninggal 191 orang.

“Mulai hari ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO, semua harus menggunakan masker,” ujar Yurianto.

Yurianto mengingatkan bahwa masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Masyarakat umum bisa menggunakan masker kain.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com