Connect with us

Hukum dan Kriminal

Ditemukan meninggal, ini kronologi penemuan Opa Fentje

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Setelah hilang selama delapan hari sejak Senin (14/10/2019), Fentje Angkow (83), warga Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA, Selasa (22/10).

Saat ditemukan di wilayah perkebunan Sendangan, Opa Fentje pun sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Martin Kainde yang sedang berada di sekitar kebun tempat korban berada.

Saksi yang mengetahui keberadaan korban pun langsung mencari bantuan dan bertemu dengan salah satu anak korban yang hendak melakukan.

Salah satu anak korban, Jemmy Angkow mengatakan, ayahnya tersebut ditemukan oleh lelaki Martin setelah anjing-anjing yang turut dibawa ke kebun menggonggong tak seperti yang biasanya.

Saat dicek, lelaki Martin mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan langsung berupaya mencari keluarga dari korban hingga akhirnya bertemu dengan dirinya yang sudah berada tak jauh dari lokasi kejadian karena hendak melanjutkan pencarian.

Pas baku dapa di jalan, dia (Martin) bilang sudah jo bacari, dia so dapa kata torang pe papa (saat ketemu di jalan, dia bilang tidak usah lagi mencari, karena ayah kami sudah dia temukan),” tuturnya.

Mereka kemudian langsung menuju tempat ditemukannya Opa Fentje.

Menurut dia, saat ditemukan, Opa Fentje dalam posisi terlentang.

“Saat ditemukan, papa dalam posisi tidur menghadap ke atas dan bersandar di  pohon yang tumbang,” ujarnya.

Dia mengatakan, korban diduga belum lama meninggal saat ditemukan.

“Waktu digerakkan tangan belum keras, sehingga kami menduga kalau papa belum lama meninggal,” katanya.

Usai ditemukan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Tomohon.

Pihak keluarga pun menolak untuk korban diautopsi oleh pihak kepolisian.

Diketahui, pencarian selama tujuh hari sempat dilakukan oleh pihak Basarnas Manado dibantu RAPI Tomohon bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan sejak Rabu (16/10) hingga Senin (21/10) kemarin.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Hukum dan Kriminal

Kisah cinta berujung penganiayaan, sang mantan pacar diringkus URC Totosik

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comNasib sial dialami wanita berinisial GL (18), warga Tataaran, Kabupaten Minahasa, Selasa (19/11/2019) dini hari.

Pasalnya, akibat menolak ajakan sang mantan untuk kembali menjalin cinta, mahasiswi ini harus mendapatkan pukulan dari mantan pacarnya, yakni RG alias Rifky (20), warga Lingkungan IV, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung.

Peristiwa inipun diketahui oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon saat sedang patroli.

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut diketahui saat pihaknya yang sedang berpatroli di wilayah Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.

Saat berada di depan salah satu rumah kos, kata Watung, pihaknya melihat adanya keramaian di lokasi tersebut.

“Setelah dihampiri, kami mendapati pelaku bersama korban dan dua orang saksi yang adalah rekan dari korban. Kami terkejut setelah melihat korban sudah dalam keadaan mulut berlumuran darah karena dipukul oleh pelaku,” ujar Watung.

Pihaknya, lanjut Watung, kemudia membawa korban ke Rumah Sakit Bethesda untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan, kedua saksi yang merupakan rekan korban menjelaskan, bahwa kejadian bermula pada saat korban bersama kedua saksi berada di Kafe Kanzo Kakaskasen, pelaku datang dan menghampiri korban namun korban tidak menghiraukan pelaku.

Pada saat korban bersama kedua saksi hendak pulang ke rumah kos, pelaku tetap mengikuti korban. Saat tiba di lokasi kejadian, pelaku dan korban terlibat adu mulut.

Pelaku, kata Watung, memaksa korban untuk mengantar pulang korban ke kos yang berada di Tataaran Tondano namun korban menolak. Pelaku kemudian menarik dan menganiaya korban.

“Motif pelaku melakukan hal tersebut dikarenakan pelaku merasa marah korban tidak mau diantar pulang oleh pelaku dan ingin mengajak korban balikan karena sebelumnya keduanya sempat menjalin hubungan pacaran,” tuturnya.

Watung menambahkan, pelaku telah diamankan oleh ke Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com