Connect with us

Hukum dan Kriminal

Salah injak pedal, Putri tabrak satpam apotek hingga tewas

Seorang satpam lagi menderita luka-luka. Putri telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bagikan !

Published

on

kecelakaan senopati
Ilusttrasi kecelakaan (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Seorang petugas keamanan (satpam) apotek tewas ditabrak mobil yang dikemudikan Putri Kalingga Hermawan atau PKH (21), gara-gara salah menginjak pedal.

Pada Minggu (27/10/2019) dinihari Putri yang mengemudikan mobil Nissan Livina bernomor polisi B2794STF menyeruduk sebuah apotek di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Menurut polisi Putri salah menginjak pedal saat berbelok.

“Saat hendak menginjak pedal rem yang diinjak pedal gas,” jelas Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, Senin (28/10/2019).

Karena tidak konsentrasi, Putri tidak bisa mengendalikan kendaraannya lalu menabrak trotoar.

Mobil yang dikemudikannya lalu menabrak dua orang satpam yang tengah tidur di atas trotoar. Seorang korban meninggal dunia di tempat dan seorang lagi menderita luka-luka.

Kini polisi telah menetapkan putri sebagai tersangka dan disangkakan melanggar pasal 310 ayat 4 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tersangka akan ditahan,” kata Fahri.

Dari hasil pemeriksaan, sebelum kecelakaan terjadi Putri baru saja pulang dari sebuah bar. Selain dia, ada dua orang temannya di dalam mobil yang dikemudikannya itu.

“Hasil tes urine PKH, hasilnya tidak ditemukan alkohol maupun narkoba,” kata Fahri.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com