Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Penerimaan CPNS dibuka 11 November, ada 152.286 formasi

Pemerintah tidak menerima tenaga administrasi kali ini.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Pemerintah telah mengumumkan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dibuka mulai 11 November mendatang.

Sebanyak 152.286 formasi yang disediakan dalam penerimaan CPNS kali ini, dengan rincian 37.425 formasi di 68 Kementerian/Lembaga serta 114.861 formasi di 462 Instansi Pemerintah Daerah.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menjelaskan, ada formasi sebanyak itu tidak ada formasi tenaga administrasi, karena jumlahnya saat ini sudah hampir separuh dari total PNS di Indonesia.

“Formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya,” kata Bima dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (29/10/2019).

Pendaftaraan penerimaan CPNS Tahun 2019 akan dilakukan secara daring (online) melalui laman https://sscasn.bkn.go.id pada tanggal 11 November 2019 mendatang.

Dalam masa pendaftaran tersebut, pelamar perlu menyiapkan untuk diunggah ke dalam portal SSCASN di antaranya scan KTP asli, foto, swafoto, ijazah dan transkrip nilai asli, serta beberapa dokumen pendukung lainnya yang dipersyaratkan oleh instansi.

Masyarakat diharapkan terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang pada portal SSCASN.

Jika ditemukan kesulitan, pelamar dapat mempelajari informasi yang tertuang pada kanal Frequently Asked Question(FAQ) yang menyediakan jawaban atas persoalan yang umumnya menjadi kendala pelamar.

“Jikapun FAQ tidak dapat memberikan jawaban atas persoalan pendaftaran, BKN menyediakan kanal helpdesk daring dalam portal yang dapat dijadikan sebagai media pengaduan,” jelas Bima.

Haria seraya menambahkan, dalam kanal tersebut akan tertuang sejumlah tahapan pengaduan yang dapat dilakukan pelamar untuk kemudian disampaikan solusinya oleh petugas helpdesk daring.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Politik dan Pemerintahan

Indonesia-Australia: A friend in need is a friend indeed

Sembilan tentara Australia telah gugur membantu sahabatnya yang tengah berduka di Aceh dan Nias.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Saat membawakan pidato di depan Parlemen Australia, Canberra, Senin (10/02/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa sahabat sejati adalah yang selalu bersama dalam suka dan duka. A friend in need is a friend indeed.

Tanggal 2 Februari yang lalu, kata Jokowi, satu pleton zeni dari TNI serta sejumlah personel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 40 personel meninggalkan Indonesia menuju ke New South Wales.

Tujuan personel BNPB tersebut adalah untuk bekerja bahu-membahu dengan rakyat Australia untuk menangani kebakaran hutan. Dan di saat yang sama tim Indonesia dan Australia juga sedang membahas penjajakan kerja sama untuk modifikasi cuaca.

“Tanggal 23 Desember 2019 yang lalu, saya menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada Bapak Scott Morrison bahwa Indonesia akan selalu bersama Australia di masa yang sulit,” ujar Jokowi.

Australia, menurut Presiden, selalu berada di samping Indonesia saat Indonesia terkena musibah. Rakyat Indonesia tidak akan pernah lupa, tidak akan pernah lupa saat kami tertimpa tsunami di tahun 2004 di Aceh dan Nias.

“Sembilan tentara Australia telah gugur membantu sahabatnya yang tengah berduka di Aceh dan Nias. Mereka adalah patriot. Mereka adalah sahabat Indonesia. Mereka adalah Pahlawan kemanusiaan,” kata Jokowi.

Indonesia dan Australia, tambah Presiden, ditakdirkan sebagai tetangga dekat karena tidak ada yang bisa memilih tetangga, tidak bisa, namun dapat memilih untuk bersahabat, dan Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia.

Meskipun Indonesia dan Australia memiliki budaya yang berbeda, tambah Presiden, namun memiliki nilai-nilai yang sama, kemajemukan, keberagaman etnis dan toleransi, demokrasi dan kehormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Tidak hanya itu, kaum muda Australia dan Indonesia memiliki kesamaan. Indonesia saat ini memasuki bonus demografi. Jumlah anak muda usia 15-30 tahun sebanyak 63 juta atau 24 persen dari total populasi,” ujar Presiden.

Kebanyakan anak muda tersebut, imbuhnya, berwawasan global, ingin berkolaborasi untuk berinovasi. Indonesia sekarang memiliki 1 decacorn serta 4 unicorn yang dimotori oleh anak-anak muda.

“Anak muda Indonesia dan anak muda Australia terbentuk oleh nilai yang sama. Sama-sama hidup di alam yang demokratis, familier dengan netflix, instagram, facebook, dan saling aktif bertukar pikiran lintas negara,” ujarnya.

Hal ini, kata Presiden, yang menjadi fondasi nilai yang kuat dalam menjalin persahabatan masa kini dan masa depan.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com