Connect with us

Hukum dan Kriminal

URC Totosik kembali bongkar praktik prostitusi online, pelakunya dari Manado

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik membongkar kasus prostitusi online yang terjadi di Kota Tomohon.

Teranyar, Tim yang dikomandoi Bripka Yanny Watung ini membongkar praktik haram tersebut, di salah satu penginapan di wilayah Kecamatan Tomohon Selatan, Rabu (30/10/2019).

Sebanyak tiga orang wanita diamankan dalam penggerebekan tersebut. Dua wanita diduga akan menjadi wanita sewaan yang masih berusia 16 tahun, sementara satu lainnya diduga merupakan mucikari.

Selain tiga wanita itu, turut pula diamankan tiga orang pria.

“Ada tiga wanita yang kami amankan, dua sebagai wanita bookingan dan satunya lagi bertidak sebagai mucikari,” tutur Watung.

Ketiganya, kata Watung, merupakan warga Manado.

Sementara, lanjut Watung, tiga pria yang diamankan masing-masing RU (21), warga Kelurahan Teling Manado, CL (21) warga Kelurahan Pakowa Karombasan, DC (21), warga Kelurahan Mapanget.

“Saat diamankan, para pelaku mengakui mereka sementara menunggu pelanggan. Mereka juga mengakui untuk sekali main dipatok harga Rp800 ribu,” katanya.

Selain itu, dari pengakuan pelaku, saat beroperasi mereka berpindah-pindah tempat. Tomohon disebut baru kali pertama dijadikan tempat untuk melakukan bisnis haram ini.

Watung menambahkan, dalam penggerebekan itu, pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa Handphone yang berisi chatting bookingan, alat kontrasepsi yang belum digunakan, serta kendaraan jenis Toyota Avanza.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.

“Para pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum,” katanya.

Diketahui sebelumnya, URC Totosik sempat membongkar praktik serupa. Para pelakunya yang diamankan juga merupakan orang luar Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com