Connect with us

Hukum dan Kriminal

Kasus dugaan korupsi di Bagian Hukum Pemkot Tomohon resmi masuk Kejari

Published

on

Kasi Pidsus Arthur Piri (kiri) bersam Kasat Reskrim Iptu Yulianus Samberi (kanan) usai proses tahap II di Kejari Tomohon. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kepolisian Resor (Polres) Tomohon melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi menyerahkan barang bukti bersama tersangka atau tahap II atas kasus dugaan korupsi di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon tahun 2014, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Kamis (7/11/2019).

Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut dilakukan langsung Kasat Reskrim Iptu Yulianus Samberi.

Diketahui, ada sebanyak empat tersangka yang dijerat dalam kasus tersebut. Ke empatnya masing-masing FP selaku mantan Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan tiga lainnya, yakni MT, RN dan NN yang merupakan Kasubag dan staf di Bagian Hukum.

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri membenarkan proses tahap II tersebut.

“Kami telah resmi menerima tahap II kasus dugaan korupsi di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon. Saat ini kami masih dalam tahap telaah untuk proses selanjutnya,” ungkap Piri.

Dia menjelaskan, para tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan penyusunan naskah akademik, penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, penyusunan Rancangan Peraturan Wali Kota, serta Fasilitasi dan Sosialisasi Hukum pada Bagian Administrasi Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon tahun anggaran 2014.

“Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp1.110.115.418.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com